Situs Gua Harimau kota Baturaja

Gua harimau

PERJALANAN SINGKAT DI SITUS GUA HARIMAU 

Hai Apa Kabar semua, Semoga kita Semua dalam lindungan Allah Swt. Amin. Kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman ketika melakukan Kuliah Lapangan 

di situs bersejarah yang ada di kota Baturaja tepatnya berada di Desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

yaitu mengenai Situs Gua Harimau dan hanya berjarak sekitar 2 Km dari Gua Putri yang juga saya kunjungi. Menurut Narasumber, Situs Gua Harimau di temukan tahun 2007 yang lalu dan terus dilakukan penelitian oleh para Arkeolog untuk mengungkap apa saja misteri yang ada di gua Harimau.

Seiring dengan berjalan waktu, akhirnya mulai terungkap bahwa Gua Harimau yang di kenal menyeramkan oleh masyarakat sekitar karena banyaknya mitos yang beredar, Namun satu persatu mulai terungkap.

Di gua tersebut, arkeolog menemukan sisa-sisa berupa hunian, perbengkelan, dan kuburan dari ras Mongoloid, penghuni gua dengan budaya Neolitik sekitar 4.000 tahun lalu yang berlanjut ke dalam budaya Paleometalik sekitar 2.000 tahun lalu. 

Hingga saat ini telah ditemukan kubur dari 81 individu dengan orientasi, posisi, sistem, dan jenis kubur yang sangat bervariasi. Kepadatan kubur yang tiada duanya di Indonesia ini sangat penting bagi pemahaman tentang kehidupan leluhur bangsa di masa lampau. 

Khususnya tentang kondisi sosial dan  juga ekonomi, konsepsi kepercayaan, demografi, patologi, nutrisi yang sarat dengan nilai-nilai budaya atau peradaban.

PENELITIAN DIMULAI 

Penelitian di OKU sudah dimulai sejak tahun 1990. kemudian pada tahun 1995 dimulai survey lapangan dan menemukan sejumlah temuan berupa artefak yang berbentuk batu Paleolitik ditemukan berada di sekitar daerah aliran sungai Ogan 

tepatnya berada di kecamatan Pengandonan dan juga Semidang Aji. kemudian pada tahun 2001 dilakukan ekskavasi di sejumlah gua yang ada di Baturaja.   Dan kemudiam mendapatkan temuan berupa sisa fauna, alat batu, pecahan tembikar, 

serta kubur manusia prasejarah. selain itu Situs gua yang di eskavasi yaitu  Gua Silabe, Gua Putri, serta Gua Karang Pelaluan, hingga Gua Karang Bringin dan juga situs Gua Harimau. yang saat ini kita bahas. 

Pengertian Eskavasi  adalah sebuah penggalian yang dilakukan secara sistematis  di tempat atau situs arkeologi

Dari hasil penemuan tersebut harus di pelajari dan juga dicatat oleh arkeolog selama eskavasi berlangsung. 

SITUS GUA HARIMAU

Gua Harimau terletak di sebuah bukit gamping yang pada zaman dahulu merupakan dasar laut dangkal. yang kemudian terjadi proses tektonik yang menyebabkan dasar laut tersebut muncul kepermukaan. 

Proses yang alami inilah yang membentuk gua harimau. Pemberian nama ini di percaya karena sering terdengar suara aungan harimau dari dalam goa. 

pada versi yang juga di percaya karena bentuk gua berupa seperti bentuk mulut harimau. Gua harimau merupakan gua pada periode Neolitik hingga Paleometalik.

Hal ini dibuktikan dengan temuan arkeologis berupa kandungan seperti sendimen tanah gua harimau tersebut. pada kedalaman gua harimau juga ditemukan tinggalan arkeologi berupa rangka-rangka dan di duga pada zaman dahulu

Situs gua harimau dijadikan sebagai tempat penguburan oleh nenek moyang yang ada di Baturaja. Letak dari situs dengan koordinat 4'4 26.5' Lintang Selatan dan 103' 55' 52'0" Bujur Timur  dengan ketinggian kurang lebih 164 Meter diatas permukaan laut dan ketinggian dari darat 20 meter.

Gua harimau, kunjungan gua harimau
Kunjungan di Gua Harimau tahun 2017

KERANGKA MANUSIA DI GUA HARIMAU

Penemuan rangka-rangka manusia pada gua harimau menunjukan bukti adanya peradaban manusia yang tinggal di sekitar gua harimau. dengan cara penguburan yang sudah cukup kolektif seperti aspek kesehatan,

gigi manusia yang ditemukan hampir semuannya dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit gigi berlubang. kemungkinan dari hal ini disebabkan oleh rendahnya konsumsi gula dan sirih.
buanadelta.blogspot.com
Makam yang ada di Situs Gua Harimau
Manusia purba yang dikuburkan di gua harimau berupa benda-benda.

Benda yang dikenal juga dengan benda bekal kubur seperti manik-manik, kerang, alat-alat dari batu, gelang perunggu, serta gerabah.

Namun ada hal yang cukup mengejutkan karena ditemukan kubur manusia yang berpasangan. rentan usia yang di temukan pada kubur Gua Harimau antara lain mulai 6 bulan hingga 2 tahun serta individu yang sudah berusia renta.

jenis kelamin yang ditemukan juga cukup bervariasi dikarenakan tulang yang sangat rapuh jadi masih sulit untuk di analisis. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2009-2015 di temukan 78 rangka manusia yang ada di gua harimau.

Pada setiap makan yang telah di lakukan eskavasi terdapat berbagai macam ada yang terpisah dan tersusun seperti dalam satu makan bisabterdapat dua kerangka manusia di dalamnya.

PERALATAN YANG DI TEMUKAN

Ilustrasi gambar Kapak Genggam
Masa prasejarah manusia menggunakan peralatan yang sederhana guna menunjang aktifitas sehari-hari.

seiring dengan perkembangannya manusia prasejarah mulai melakukan evolusi alat yang di gunakan menjadi lebih baik seperti mengasah memertajam alat serta

begaimana cara lainnya yang dapat di gunakan untuk berburu dan memenuhi kehidupannya. seperti Kapak genggam, dan kapak pembelah, kapak perimbas, kapak penetak dan lain sebagainya.

SENI CADAS 

buanadelta.blogspot.com
Seni Cadas yang terdapat di Situs Gua Harimau

Penemuan lukisan prasejarah yang ada di Gua Harimau mengubah anggapan bahwa seni cadas tidak pernah mencapai daerah Sumatera.

Hal ini tentu mengejutkan para peneliti dan juga ilmuan dan memberikan dampak yang besar bagi ilmu penelitian khususnya para arkeolog

karena Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya kehidupan di OKU khususnya di Gua Harimau pada zaman dahulu sudah berkembang

dan tidak ada lagi terfokus pada pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar saja melaikan sudah mengenal estetika pada kehidupannya.

hal tersebut ditemukan pada sebagaian tembikar dan di duga dilakukan oleh manusia pada zaman yang sama.

namun hingga saat ini makna lukisan pada dinding gua belum dapat dijelaskan secara pasti oleh para peneliti.

Source : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Dan Penelitian Lapangan Unsri Tahun 2017.








Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel