Kolonialisme Belanda di Indonesia Materi Sejarah Indonesia Masa Kolonial


If we don't end war, war will end us
Hallo apa kabar semua semoga sehat selalu, bagi yang sedang ujian semoga dipermudah dan jangan mencontek dan juga yang lagi mencari kerja semoga bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginan, amin. 

Kali ini saya akan melanjutkan mengenai materi sejarah tentang kolonialisme Barat di Indonesia.

Jika ingin mengetahui materi rangkuman mengenai kolonialisme di Indonesia maka dapat juga dibaca dimulai dari kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia 

dilanjutkan dengan kedatangan bangsa Spanyol yang mengikuti jejak Portugis ke Indonesia dan kedua bangsa barat ini tidak bisa mempertahankan kekuasaan mereka di Indonesia karena berbagai faktor.

sehingga Belanda memanfaatkan kondisi tersebut untuk merebut kekuasaan mereka di Nusantara terutama Sumatera, Jawa dan juga Makasar yang menjadi basis kekuatan Belanda di Nusantara.

Indonesia sebagai penghasil rempah-rempah yang sangat dibutuhkan dalam pasar Eropa sehingga negara Eropa berlomba-lomba untuk menguasai jalur perdagangan dan monopoli perdagangan Asia-Eropa. 

Pada dasarnya Portugis sudah tidak dapat bersaing dengan bangsa Belanda semenjak barisan pertahanan nya di Benteng Victoria

 yang di serang oleh Belanda dan berbagai serangan lain dari pemberontak yang tidak senang dengan bangsa Portugis yang sudah mengecewakan mereka sehingga pada akhirnya pertahanan-pertahanan Portugis di Ambon semakin melemah hal inilah yang membuat Portugis menyerah dan akhirnya berhasil di usir oleh Belanda dari wilayah Maluku.


Awal Kedatangan Belanda ke indonesia

Sebelumnya jika belum mengetahui apa itu masa Kolonialisme maupun Imperialisme dapat dibaca melalui artikel 👉 pengertian kolonialisme dan imperialisme beserta contoh-contohnya ok kita langsung saja. Belanda datang ke Indonesia dengan melakukan ekspedisi untuk mencari rempah-rempah yang dilakukan oleh Cornelius De Houtman dan berlabuh di pantai bagian barat Sumatera kemudian butuh sekitar 18 hari hingga akhirnya sampai di Banten  pada 1596.

Namun disana mereka tidak disenangi karena lebih dahulu bangsa Portugis telah berkuasa sehingga mereka pergi ke bagian utara pulau Jawa. Kedatangan mereka disambut dengan baik oleh penduduk setempat dan kembali ke Belanda pada 1597 dengan rempah-rempah.

walaupun tidak bisa dikatakan banyak dan ekspedisi ini memakan banyak korban dan juga biaya namun ini merupakan tonggak awal Belanda untuk mencari rempah-rempah.

sejak saat itulah Belanda mulai datang ke Indonesia secara bertahap kemudian hari. Belanda di sambut baik di Banda, hingga Sultan Ternate saat itu yang membuat hubungan dagang dengan bangsa Belanda, namun Belanda tidak diterima di wilayah seperti Aceh dan juga Madura. 

Kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia pada awalnya sangat menguntungkan bangsa ini karena mereka membeli rempah-rempah lebih mahal dan semakin lama kedudukan Belanda semakin kuat di Indonesia.

Namun banyak penduduk Belanda yang datang secara besar-besar membuat persaingan tersendiri diantara kaum Belanda itu sendiri (berarti dari dulu memang serakah) sehingga Johan Van Oldenbarneveldt membentuk Kongsi dagang dan terbentuk pada 20 Maret 1602 dan diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie atau yang kita kenal dengan VOC. 

Tujuan dari didirikannya VOC yaitu sebagai berikut :
  1. Menghindari persaingan internal antara orang Belanda yang datang ke Indonesia
  2. Agar dapat bersaing dengan Kongsi dagang lain seperti Inggris 
  3. Mencari sumber daya dan juga dana untuk menghadapi peperangan dengan negara Spanyol
Pieter Both diangkat menjadi gubernur jendral VOC pertama (1610-1614). berbagai kebijakan dilakukan demi kepentingan pribadi dan mempermulus perdagangan ia menggunakan kekuatan bersenjata. 

Hal yang dilakukan seperti Politik devide at impera dengan tujuan mempermudah melakukan perluasan wilayah setelah wilayah tersebut terpecah-pecah dan lemah. Hal ini juga termasuk Kelicikan Belanda dalam mengusir Portugis dari tanah Maluku.
kolonialisme belanda di Indonesia
Sumber : Sejarah Indonesia 4 Masa Kolonial
Pieter Both menempatkan Jayakarta/Sunda Kelapa (Jakarta) sebagai basis utama adminstrasi perdagangan VOC. 

terpilihnya Jayakarta sebagai kantor pusat dikarenakan wilayah lain seperti Banten masih banyak bercampur orang Eropa lain seperti Inggris Portugis maupun Spanyol. Negara Belanda dikalahkan oleh Prancis dan kemudian berada dibawah pimpinan dari 

Napoleon Bonaparte dan menunjuk adiknya sebagai pemimpin di Belanda yaitu Louis Napoleon dan merubah nama Belanda menjadi Republik Bataaf (Republik Belanda) dibawah Prancis pada 1792-1797.

Akibatnya kekuasaan Belanda di Nusantara berada dibawah pimpinan Prancis. VOC dibubarkan oleh Luis Napoleon karena tidak beresan sistem perdagangan karena banyaknya anggota yang korupsi serta ketidak beresan keungan yang terjadi pada saat itu. 

Pada 31 Desember 1799 VOC resmi dibubarkan. Lous Napoleon kemudian menunjuk Herman William Deandles sebagai Gubernur Hindia Belanda 1808-1811.

Namun pada perkembangannya banyak perintah Louis Napoleon yang tidak dijalankan dengan benar sehingga ia digantikan dengan Jendral Jannsens. Pada masa ini juga sistem tanam paksa mulai diberlakukan. 

Sistem tanam paksa dilakukan pada 1830 hingga 1870 hal ini bertujuan untuk menghasilkan rempah-rempah/hasil alam sebanyak-banyaknya tanpa membutuhkan dana yang besar karena penduduk diapksa menanam Komoditi yang hanya laku di pasar Eropa.

Akibat dari sistem tanam paksa ini banyak penduduk yang kelaparan dan kesusahan mendapatkan bahan pangan karena pada masa ini semua lahan hanyak boleh ditanam dengan komoditi yang laku dipasar Eropa saja.

Penghapusan Sistem tanam Paksa dilakukan pada tahun 1870 dan digantikan oleh Undang-Undang Agraria karena melihat penderitaan rakyat Jawa banyak yang memprotes kebijakan sistem tanam paksa tersebut.

Tokoh yang terkenal yaitu Douwes Dekker dan Baron Van Hoevel.  Lewat bukunya yang berjudul Max Havelaar, Douwes Dakker mengkritik pemerintah Belanda yang begitu kejam dan tidak memiliki rasa kemanusiaan lewat nama samaran Multatuli. Berkat hal tersebut akhirnya sistem Tanam Paksa di hapuskan.

Jatuhnya kekuasaan Belanda ke tangan Inggris

Perangan dagang yang dilakukan oleh Belanda dan Inggris yang memiliki organisasi lebih baik seperti EIC membuat Belanda harus berpikir keras karena mereka tidak dapat bersaing dengan Inggris lantaran VOC tidak sesuai harapan dan banyak sekali masalah internal yang harus dihadapi.

Pada 4 Agustus 1811 Inggris dengan 60 Armadanya mengepung Batavia (Jakarta) karena Gubernur Hindia Belanda yang memipin Jannsens tidak secakap Deandles sehingga membuat Jawa jatuh ketangan Inggris dan akhirnya kekuasaan berhasil direbut oleh pemerintah Inggris.

Jendral Willem Jannsens berhasil selamat dari serangan dan memindahkan kekuasaan ke wilayah Semarang Jawa Tengah, Namun tidak lama kemudian ia pun berhasil di tangkap dan pada 18 September 1811 Menyerah dan 

kekuasaannya berhasil diambil alih oleh pemerintah Inggris dibawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles.  Belanda dan Inggris membuat kesepakatan mengenai penyerahan kekuasaan dengan melakukan Perjanjian Tuntang yang berisi :

  1. Kekuasaan Belanda di Jawa, Palembang, dan juga Makasar diambil alih oleh Inggris
  2. Tentara Belanda menjad tahanan Inggris
  3. Belanda tidak mau membayar ke Prancis atas hutang bangsa Belanda
  4. Pegawai pemerintah dibawah pimpinan Inggris 

Dibawah pimpinan Raffles banyak sistem yang sebelumnya diterapkan oleh Belanda dihapuskan karena ia berfikir hal tersebut sangat kejam dan ia memperbaiki kondisi masyarakat pada saat itu.

Demikian Penjelasan mengenai materi Kolonialisme Belanda di Indonesia khusunya pada masa VOC dan dalam materi selanjut mengenai Kekuasaan Inggris serta kebijakan-kebijakan yang dibuat. sampai jumpa di materi selanjutnya, Semoga Bermanfaat. 😎


Referensi Materi Sejarah Nasional Indonesia 4 Masa Kolonialisme dan Imperilasime di Indonesia 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel