Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia sebagai gerakan awal kemerdekaan


Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemiliki masa lalu, sedangkan orang-orang yang terus belajar akan menjadi pemilik masa depan
Pergerakan Nasional merupakan tonggak kelahiran bangsa Indonesia menjadi lebih baik melalui organisasi-organisasi yang bersifat modern dilakukan untuk melawan penjajah tanpa melalui kekerasan namun melalui diskusi seperti jalan politik.

serta dengan adanya pendidikan sehingga dianggap sebagai pergerakan yang bersifat nasional dan berbeda dari sebelumnya yang masih bersifat kedaerahan. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel berikut ini.

ORGANISASI MASA PERGERAKAN NASIONAL

Faktor yang mempengaruhi pergerakan Nasional di Indonesia sebagai berikut :

a. Faktor Internal (dalam negeri)

Masyarakat indonesia mengalami penderitaan yang berkepanjangan memiliki rasa senasib dan sepanggungan terhadap kekejaman dan penindasan dari penjajahan yang dialami. 

Sebelumnya perlawanan sudah dilakukan oleh beberapa tokoh seperti Imam Bonjol, Pattimura, Diponegoro selalu mengalami kegagalan karena perlawanan yang dilakukan masih bersifat kedaerah sehingga dengan mudah Belanda meredam perlawanan tersebut.


b. Faktor Eksternal (luar negeri)

faktor Jepang mengalahkan Rusia pada 1905 membuat imperalisme Barat dan perlawanan bangsa Asia terhadap Barat memicu persatuan bangsa Indonesia sehingga munculah perlawanan yang lebih bersifat modern dan terorganisasi.

Organisasi yang berdiri Pada Masa Pergerakan Nasional.

1. Budi Utomo (BU)

Organisasi pertama yang  didirikan oleh mahasiswa STOVIA (School Tot Opleideing van Inlandsche Artsen) yang terletak di Jakarta. Dr, Wahidin Sudirohusodo memliki keinginan untuk mendirikan organisasi yang bergerak dibidang pendidikan berdiri pada tanggal 20 Mei 1908.

Sutomo ditunjuk sebagai ketua dan beberapa anggota seperti Gunawan, Cipto Mangunkusumo, R.T Ario Tirtokusumo dan hari terbentuknya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 menjadi hari yang diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai "Hari Kebangkitan Nasional".


2. Sarekat Islam (SI)

Awalnya organisasi ini berawal dari ide H. Samanhudi yang mendirikan Sarekat Dagang Islam pada tahun 1911 di Solo tujuan utamanya adalah untuk membantu para pedagang lokal agar dapat bersaing dengan pedagang dari tiongkok sehingga menumbuhkan perekonomian masyarakat pada saat itu yang kalah dengan para pedagang luar yang memonopoli perdagangan khususnya Batik.

Semakin lama organisasi ini semakin besar dan berkembangan banyak yang ikut bergabung dalam organisasi ini dan pada 1912 Sarekat Dagang Islam berganti nama menjadi sarekat islam yang diketuai oleh H.O.S. Tjokroaminoto.

pada masa ini SI terus berkembangan karena setiap orang dari setiap kalangan boleh ikut bergabung baik dari kaum priyai hingga buruh sekalipun asalkan beragama islam. 

Namun dengan nama besar inilah SI disusupi oleh paham Komunis yang dibawa oleh Semaun dan membuat SI terpecah menjadi dua golongan yaitu SI Putih dan SI merah.

SI putih berpaham golongan islam dan masih mempertahankan tujuan lama dari SI. Sedangkan SI merah beraliran kiri dengan paham Komunis yang mana para pemuda kebanyakan dari anggotanya.


3, Muhammadiyah

Organisasi ini berdiri pada 18 November 1912 pendirinya ialah KH. Ahmad Dahlan dan bergerak dibidang pendidikan, sosial dan juga budaya.Muhammadiyah ingin mengembalikan ajaran islam yang murni dalam kehidupan sehari-hari dimana pada saat itu agama islam sudah mulai 

menyimpang dan banyak masyarakat yang keluar dari ajaran islam yang sebenarnya sesuai dengan AL-Qur'an. Muhammadiyah mendirikan Sekolah, Rumah Sakit, Panti Asuhan dan lain-lain.


4. Indische Partij (IP)

 Organisasi Indische Partij didirikan secara terang-terangan untuk menentang kebijakan pemerintah kolonial. Indische Partij berdiri pada 12 Desaember 1912  E.F.E. Douwes Dekker dan dikenal dengan nama Dr. Danurdirja Setiabudi  bertemu dengan Cipto Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat dikenal dengan Ki Hajar Dewantara.

Organisasi ini semakin besar dan dikenal luas sehingga berhasil menghimpun masa yang banyak sebanyak 30 cabang dibentuk berisi orang-orang indonesia dan keturunan belanda yang tidak suka dengan sikap Belanda.

Organisasi ini akhirnya mulai diaspadi oleh Belanda dan peminannya ditangkap seperti Dr. Cipto Mangukusumo dan Suwardi Suryaningrat ditangkap dan diasingkan oleh Belanda sehingga organisasi ini melemah karena tidak memiliki seseorang yang mampu untuk mengarahkan organisasi Indische Partij.

Masa Radikal :
Organisasi yang berdiri pada masa radikal yang desebut partai antara lain PKI(1920) PNI (1927) Partindo (1931). 

Organisasi ini tidak ingin bekerjasama dengan pemerintah Belanda secara tidak langsung terdapat aliran Marxisme dan komunisme.

Demikian mengenai materi Pergerakan Nasional semoga bermanfaat.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel