Revolusi Prancis Latar Belakang dan juga Dampaknya


A. Latar Belakang Terjadinya Revolusi Prancis


Penyebab terjadinya kekacauan di Prancis abad ke 18 Masehi disebabkan oleh sistem pemerintahan yang saat itu tidak berjalan dengan baik sehingga menyebabkan rasa ke tidak adilan bagi masyarakat di prancis saat itu. 

Banyaknya korupsi, serta para elit pemerintah yang sering menghambur hamburkan uang negara sehingga menyebabkan kas negara menjadi kosong, selain itu sikap dari istri Louis XVI tidak disukai oleh masyarakat karena sikapnya. 

Raja yang memimpin saat itu yaitu Louis XVI dan istrinya Maria Antoinette membuat peraturan yang dianggap memberatkan rakyat karena mereka harus membayar pajak kepada raja, namun hal itu tidak berlaku 

bagi bangsawan dan juga para Rohaniawan saat itu karena mereka kebal terhadap  hukum yang diterapkan saat itu. sehingga rakyat dipaksa untuk bekerja lebih giat lagi, dan membayar pajak lebih banyak kepada raja. Pada saat itu juga terdapat beberapa peraturan-peraturan yang menyatakan bahwa :


  1. Raja memiliki kekuasaan Absolut atau raja memiliki kekuasaan penuh terhadap pemerintahan dan membuat kebijakan yang ia buat tidak dapat diganggu gugat.
  2. Adanya Golongan Berprivilage yaitu golongan yang bebas terhadap hukum seperti rohaniawan dan juga bangsawan
  3. pembagian kasta Rakyat yang terdiri dari kaum Borjuis, dan juga Kaum Petani atau budak
  4. Kaum Cendikiawan merupakan orang-orang yang berperan terhadap ilmu pengetahuan saat itu termasuk salah satunya adalah advokat.
Selain itu juga terdapat faktor-faktor yang menyebabkan Revolusi Prancis yaitu sebagai berikut :

1.Faktor Politis

Salah satu penyebab terjadi revolusi Prancis yaitu disebabkan oleh faktor Politis dimana raja memiliki kebijakan absolut yang tidak dapat diganggu gugat oleh rakyat apa lagi mereka yang golongan rendah seperti petani atau budak.

Peraturan tersebut dirasa hanya menguntungkan kaum penguasa saja sehingga dari peraturan tersebut membuat rakyat merasa tidak mendapatkan keadilan terutama bagi para bangsawan yang mendapatkan keistimewaan. 

Pada saat itu rakyat biasa hanya alat yang wajib mematuhi segala perintah rakyat dan tidak memiliki apa-apa bahkan tempat tinggal mereka hanya boleh menyewa kepada para penguasa dan rakyat dipaksa untuk bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan.

2. Faktor Ekonomis

Pada faktor ekonomi sangat terlihat jelas perbedaan yang sangat mencolok antar kaum bangsawan dengan rakyat biasa dimana Bangsawan sangatlah Kaya dan memiliki berpetak-petak tanah sedangan rakyat yang sangat miskin dimana mereka harus bekerja keras untuk makan.

Selain itu Para bangsawan saat itu sangat boros dan menghambur-hamburkan uang  untuk melakuian pesta dan membeli barang-barang dari luar dengan harga yang mahal sehingga menyebabkan kas negara menjadi kosong, 

belum lagi penyebab gagal panen dan juga bencana alam seperti banjir yang menyebabkan ekonomi saat itu menjadi kacau. Akibatnya rakyat dipaksa untuk bekerja lebih keras dan peraturan tersebut tidak berlaku bagi bangsawan dan elit pemerintah.


3. Faktor Sosial 

Kaum kelas menengah seperti Kotawan yang ikut melakukan tindakan yang dianggap memberatkan rakyat saat itu.

Mereka memiliki hak untuk memerintah rakyat atau kaki tangan dari raja sehingga rakyat tidak memiliki hak untuk melawan.

namun ada juga kelas menengah seperti pelajar yang tidak suka melakukan hal tersbut dan ini merupakan salah satu penyebab terjadinya revolusi Prancis. Sehingga mereka menggerakkan rakyat untuk melawan dan melakukan pembaruan di negeri mereka.

4. Faktor Ideologis 

Terdapat pengaruh seperti pemikiran, ide-ide untuk melakukan perlawanan terhadap raja yang berkuasa saa itu, terutama kaum Cendikiawan seperti Voltaire, Montesquieu, Rousccau, Diderot, selain itu faktor kemerdekaan 

Amerika membuat mereka berfikir untuk melakukan suatu gerakan revolusi yang  harus dilakukan karena Raja mereka Louis XVI dan juga istrinya Maria antoinette dipikir terlalu menyiksa rakyat dan lemah terhadap para kaum elit dan juga bangsawan. 

Dari berbagai faktor diatas menyebakan terjadinya Revolusi Prancis dan hal tersbut dilakukan dalam beberapa Periode yaitu :


B. Periode Terjadinya Revolusi Prancis


Ketika menjelang terjadinya revolusi Prancis pada periode pertama ini kondisi di prancis mulai mencekam  terutama kepada istri dari raja Louis XVI yang dianggap membuat keputusan yang diambil oleh raja Louis saat itu. 

Maria Antoinette berasal dari Austria sehingga dianggap merupakan orang luar yang berasal dari Austria dan dianggap tidak harus ikut andil bagi kebijakan pemerintahan Kerajaan.

Selain itu Maria Antoinette juga tidak pernah mendengar usulan yang dilakukan oleh para menteri yang agar tidak 

memberatkan rakyat selain sikapnya yang sombong dan juga boros terhadap keungan sehingga rakyat semakin membenci Maria Antoinette.

Rakyat pada saat itu sudah mulai terlihat untuk melakukan pemberontakan dan Raja saat itu mengadakan perundingan yang dihadiri oleh perwakilan dari ketiga golong yaitu Golongan 1 Golongan 2 dan Golongan 3.

Rakyat berusaha mendapatkan kebebasan dan juga rasa keadilan akhinya menyetuji perundingan tersebut dimana Golongan 1  Bangsawan diwakili oleh 300 orang, Golongan 2 Rohaniawan diwakili oleh 300 Orang dan Golongan 3 diwakili oleh 600 orang.

Pada sidang ini Golong 1 dan Golongan 2 memiliki tujuan agar terhindar dari pajak sedangkan golongan 3 atau rakyat biasa berusaha untuk mendapatkan keadilan dar raja yang dianggap sangat memberatkan rakyat. 

Namun pada sidang 5 Juli 1789 raja saat itu dianggap sangat menguntungkan kaum bangsawan membuat rakyat tidak puas dengan hasil yang biberikan karena tidak terdapat perubahan bagi mereka sehingga mereka mengadakan perundingan ulang yang hanya dilakukan oleh golongan 3 saja.

 Hal ini kemudian diketahui oleh raja dan mereka dibubarkan secara paksa dengan cara kekerasan dan beberapa orang yang dianggap sebagai provokator kemudian ditangkap dan dari hal tersebut memicu kemarahan rakyat sehingga munculah pemberontakan yang terjadi di Prancis.

Serangan pertama yang dilakukan yaitu dengan melakukan serang ke Benteng Bastille pada 14 Juli 1789.

Pada penyerangan ini banyak korban berjatuhan dan benteng bastille berhasil direbut dan hal tersebut membuat raja Louis ketakutan dan melarikan diri ke 

wilayah Vierrasiles namun berhasil ditemukan oleh para pemberontak dan kemudian raja Louis ditangkap dan dibawa kembali ke Prancis pada 5 Oktober 1789. 

Raja Louis XVI dan juga istrinya Maria Antoinette dieksekusi mati didepan publik pada 16 Oktober 1793 menggunakan Guillotine (Alat Pemancung) bersama 8 ribu lebih pengikutnya. Guillotine yang pada saat itu merupakan alat yang digunakan di Prancis untuk mengeksekusi Narapida dengan Hukuman mati.

Kemudian pemerintahan di Prancis jatuh ketangan golongan Jacobin yang dipimpin oleh Robespiere, namun tidak bertahan lama perintahan yang dipimpin oleh 

Jacobin tidak berlangsung lama karena rakyat  tidal suka dengannya karena kekejaman yang mereka terapkan dalam pemerintahan sehingga dalam pemerintahan mereka tidak mendapatkan simpati dari rakyat dan hanya mampu bertahan selama 1 tahun.

Akhinya terjadi revolusi dan dinamakan revolusi Thermidor pada 2 Juli 1794 dan Robespierre dari golongan Jacobin kemudian ditangkap dan dihukum 

menggunakan Guillotine hal yang sama kepada yang mereka lakukan kepada raja Louis XVI beserta rombongnya. Pada Masa ini kemudian dikenal juga  dengan masa Pemerintahan Tenor 1793-1794.

Setelah golongan Jacobin yang dipimpin oleh Robespiere runtuh maka sistem pemerintahan selanjunya dilakukan oleh pemerintahan Direktorat 1795-1799. 

Namun hanya bertahan beberapa tahun saja karena kebijakan yang diterapkan masih dianggap tidak sesuai dengan keinginan dari rakyat dan mereka kemudian melakukan pemberontakan.

Hal ini berhasil diredam oleh Napoleon Bonaparte saa itu sehingga masa revolusi Prancis saat itu dipimpin oleh seorang kaisar yang sangat disegani di wilayah Eropa dengan wilayah kekuasaan hampir seluruh daratan Eropa. 

Dimasa Napoleon Prancis banyak yang berkembang dan perbaikan-perbaikan banyak dilakukan terutama kebijakan yang diterapkan bagi rakyat.

C. Dampak Revolusi Prancis

Dampak dari revolusi Prancis ini sangat berpengaruh baik diluar negeri maupun bagi Prancis itu sendiri. Munculnya 

semangat yang dikenal dengan Liberte, Egalarte, dan Fratenirte. yang diartikan sebagai kebebasan, persamaan dan persaudaraan. Dampak dari Revolusi Prancis secara umum yaitu sebagai berikut :

1.Bidang Sosial

  • Munculnya tatanan sosial baru
  • Penhapusan monopoli pendidikan 

2. Bidang Ekonomi 

  • Penghapusan sistem Feodalisme
  • Penghapusan sistem gilda atau Monopoli yang dilakukan oleh kaum pedagang
  • Petani tidak perlu menyewa lagi tanah kepada Bangsawan
  • Industrialisasi mulai berkembang

3. Bidang Politik

  • Munculnya paham demokratik modern
  • Nasionalisme
  • Munculnya tokoh-tokoh penentang kekuasaan absolute
  • Munculnya UUD
  • kekuasaan Absolute dihapuskan

Demikian mengenai rangkuman dari Revolusi Prancis mohon maaf jika ada kekurangan dan semoga bermafaat. 👳

Referensi Buku : Sejarah Eropa oleh Drs, Supriyanto, M.Hum.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel