Bagaimana orang Indonesia berkomunikasi dengan penjajah


Delta-Ternyata masih banyak sekali orang yang penasaran atau bingung, bagaimana cara rakyat Indonesia berbicara atau 

berkomunikasi dengan bangsa asing khususnya pada saat era kolonialisme saat itu.Hmm..padahal saat itu kan belum ada google translate, memangnya gimana ya ?

Sir, bagaimana sih orang-orang zaman dulu bicara dengan orang asing kan kita saat ini saja masih susah bicara bahas asing? menurut saya ini merupakan 

"good question" karena ini membuktikan bahwa mereka masih memiliki rasa penasaran yang tinggi mengenai sejarah Indonesia dimana banyak siswa/siswi yang tidak tertarik dengan sejarah.

sehingga saya mengapresiasi pertanyaan mereka dengan membuatkan artikel ini khusus untuk menjawab mereka yang ingin tahu mengenai bagaimana cara orang Indonesia berbicara dengan bangsa asing, ok langsung saja kita bahas sama-sama.

Indonesia pada masa Kolonial

Indonesia mengalami masa-masa sulit ketika berada dibawah tekanan dari para penjajah yang berusaha memonopoli 

perdagangan rempah-rempah yang ada di Indonesia serta berusaha mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari tanah kita tercinta ini.

Rakyat Indonesia benar-benar menderita atas kejadian tersebut khususnya pada zaman kolonialisme Belanda di Indonesia. 

Sebenarnya pada awal kedatangan mereka ke Indonesia tidak langsung datang dengan niat untuk menjajah melainkan mereka datang untuk bekerja sama dalam perdagangan dan juga penyebaran agama.


namun karena ketamakan dan juga rasa Imperlaisme yang tinggi membuat bangsa asing tersebut ingin menguasai seluruh harta atau kekayaan alam Indonesia secara paksa dengan segala cara.

Nah jadi bagaimana sih mereka itu bisa berkomunikasi apa melalui penerjemah, dubber dan lain-lain. Hal ini tentu saja bisa dijelaskan secara logika dan bukti-bukti sejarah.

Komunikasi orang Indonesia dengan bangsa Asing

Sudah kita ketahui bahwa urutan bangsa Asing yang datang khususnya bangsa eropa yang pertama kali datang ke Indonesia adalah bangsa Portugis pada 1509-1595 kemudian disusul oleh Spanyol pada 1521-1692 kemudian Belanda pada 1602-1942 dan yang terakhir Jepang pada 1942-1945.

Mereka berbondong-bondong datang ke Indonesia dengan tujuan yang sama yaitu mencari sumber daya alam 

(rempah-rempah) serta mencoba melakukan kerjasama perdagangan, memang hal tersebut sudah menjadi rahasia umum.

karena bangsa Eropa sangat membutuhkan komoditi tersebut yang harganya bahkan lebih mahal dari pada emas pada saat itu, Lantas dari hal tersebut bagaimana mereka bisa berkomunikasi dengan adanya latar perbedaan bahasa yang ada. 

Jadi pada masa kolonialisme atau penjajahan bangsa Asing di Indonesia mereka berkomunikasi menggunakan 

banyak cara tapi salah satunya yang pernah saya baca bahwa orang-orang zaman dahulu berbicara mengunakan bahasa Isyarat atau memahami gerak tubuh lawan.

Maksudnya mereka berbicara kemudian dipelajari dan diterjemahkan ke bahasa mereka masing-masing khususnya Indonesia.

Namun selain itu mereka juga kan sudah mengenal tulisan khusnya bangsa asing yang kemudian diajarkan kepada bangsa 

kita dan hal ini dibuktikan dengan sekolah-sekolah bangsa Asing seperti belanda dan jepang pada saat itu demi mempermudah mereka dalam berkomunikasi.

Bangsa Indonesia dalam konteksnya mengerti apa yang di isyaratkan oleh bangsa asing tersebut dan sebaliknya sehingga para penjajah juga banyak belajar dari raja-raja atau orang-orang yang bekerja pada saat itu seperti mandor, pedangang dll.

walaupun tidak semua mengerti tapi kita bisa memahami maksud dari tujuan mereka ketika pertama kali datang 

contohnya misalnya saya orang dari jepang saya datang ke Tarakan, Kalimantan dan bertemu penduduk lokal yang kemudian saya ajak berkomunikasi dengan saya.


Yang pertama kali saya lakukan jika perbedaan bahasa tentu dengan bahasa Isyarat atau gerak tubuh yang mudah dimengerti tentunya, jika rakyat pribumi mengerti maka hal tersebut sudah dikatakan sebagai cara berkomunikasi dan hal tersebut terbukti dengan banyaknya bangsa asing yang datang ke Indonesia.


walaupun bangsa kita awalnya belum mengenal tulis tentu kita bisa memahami maksud tersebut dan akhirnya berkembang menjadi akulturasi atau campuran-campuran bahasa antara bahasa pribumi dan bahasa asing. 

Mereka juga tentunya belajar bahasa kita selain itu Bangsa Indonesia jauh sebelum kedatangan bangsa eropa sudah mengenal perdagangan antar benua dan bertemu bangsa-bangsa asing seperti dari negara India, China dan juga Arab.

Tentu hal tersebut juga merupakan salah satu yang menandakan bangsa kita ini sebenarnya pintar dan bisa menerima dan mengerti bahasa asing yang mereka temui, terlepas dari hal tersebut tentu saja tidak dilakukan dalam waktu yang singkat.

Jadi intinya bagaimana rakyat Indonesia berkomunikasi dengan cara :

1. Bahasa Tubuh (Isyarat).
2. Belajar dari yang bisa bahasa Asing (Penerjemah).
3. Terpaksa dan akhirnya mengerti.

Mungkin sampai disini dulu penjelasan saya kali ini jika ada kekurangan dalam penjelasan dapat disampaikan di kolom komentar atau PM juga bisa. 

Jangan lupa bantu saya dengan klik iklan gambar di artikel yang terima kasih, Have a Nice Day. 

0 Response to "Bagaimana orang Indonesia berkomunikasi dengan penjajah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel