Sejarah Kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia


Halo Wong Kito- Apakabar kali ini kita akan membahas mengenai kota kito tercinto, siapo lagi kalu bukan Palembang. Jadi kali ini kita akan membahas mengenai sejarah kota Palembang yang identik dengan jembatan Ampera dan Pempeknya yang sudah terkenal bagi kita masyarakat di Indonesia.

Namun tahukah kamu bahwa Kota Palembang merupakan kota tertua yang ada di Indonesia menurut para ahli sejarah. Kota Palembang merupakan tempat yang strategis dan juga banyak SDA yang melimpah sehingga menjadikan kota ini sebagai tempat persinggahan para pedagang yang datang terutama dari India dan juga China. 

Hal ini tentu bukan omong kosong belaka karena pada saat itu Palembang merupakan pusat dari kerajaan Maritim terbesar sepanjang sejarah Indonesia selama berabad-abad.

yaitu kerajaan Sriwijaya hal inilah yang membuat kota palembang semakin dikenal luas oleh masyarakat dan juga pendatang yang ingin melakukan perdagangan. Jadi bagaimana sih sejarah kota Palembang mari simak artikel ini. 

Awal mula Kota Palembang

Bagaimana sejarah kota Palembang ? jadi Sejak menjadi ibu kota kerajaan Sriwijaya Palembang menjadi bandar dagang dan juga sebagai pusat persebaran agama Budha di Indonesia.

Namun setelah keruntuhan kerajaan Sriwijaya membuat kota palembang tidak lagi menjadi pilihan bagi pedagang karena berbagai macam faktor salah satunya aliran sungai Musi yang semakin dangkal.

Namun setelah itu kota Palembang pada awal tahun 1659 menjadi saksi berdirinya kesultanan palembang yang dipimpin oleh Susuhan Abdurahman. 

Kata Palembang sendiri berasal dari kata Melayu yang memiliki arti sebagai genangan air atau diartikan sebagai kota yang tergenang oleh air. jadi sesuai dengan apa yang kita lihat sekarang ya kalau hujan banjir haha,.. canda bos, 

Setelah kesultanan Palembang berkembang dan mejadi identitas dari palembang membuat Belanda yang datang pada saat itu menghapuskan kebijakan atau sistem kesultanan Palembang dan Belanda kemudian membagi dua wilayah yang dipisahkan oleh sungai Musi yaitu seberang Ulu dan juga seberang Ilir.

Hal ini yang membuat kota palembang terbagi kedalam dua wilayah yang terpisahkan oleh sungai yang bernama sungai Musi.aliran Sungai musi sangatlah luas karena menghubungkan berbagai wilayah yang ada di kota Palembang.Sehingga sungai ini sering disebut sebagai jantungnya kota Palembang. 

Kota Palembang telah berumur sekitar 1386 Tahun, jika dihitung dari awal mulai berdirinya kerajaan di Sumatera Ini. saat ini kota Palembang sudah banyak berkembang dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah karena banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah dan prasejarah yang ada di kota ini. 


Berbicara mengenai kota Palembang terutama kaitannya dengan sejarah kota palembang tentu sangat erat kaitannya dengan kemajuan maritim pada saat itu sehingga menjadikan kota ini sebagai bandar dagang terbesar dengan berbagai macam etnis yang ada.

Jadi jika dikaji lebih dalam mayoritas masyarakat kota palembang sangat mengandalkan aliran Sungai Musi untuk menghubungkan setiap aktivitas pada saat itu bahkan sampai saat ini kota Palembang masih sangat mengadalkan transportasi air walaupun tidak sedominan dulu. 

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beliau mencangkan bahwa kota Palembang sebagai kota Bahari dan dinobatkan sebagai Venesia dari timur.

Hal ini karena banyaknya aktivitas yang dilakukan di Sungai baik dari mencari nafkah, kebutuhan transportasi hingga wisata. Selain itu kota palembang juga dinobatkan sebagai kota penyelanggaran evet-event berkelas Internasional sejak 2011.


Kondisi tersebut tentu membuat kota ini semakin berkembang setiap tahunnya dan menjadi salah satu kota terbaik yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Indonesia, walaupun kadang terjadi banjir namun tidak separah dikota-kota lain.

Demikian penjelasan singkat mengenai sejarah kota palembang mohon maaf jika terdapat banyak kekurangan dan semoga bermanfaat. 


0 Response to "Sejarah Kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel