Soeharto Orde Baru dan Sejarahnya terlengkap


Orde Baru menandakan berakhirnya masa kepemimpinan dari Presiden Soekarno sebagai presiden pertama di Indonesia.

Tapi apa sebabnya dan bagaimana kondisi Indonesia sebelum munculnya orde baru?  artikelnya dapat kalian lihat di sini Indonesia pada masa demokrasi terpimpin 1959-1966

Jadi kondisi Indonesia pada saat itu masih dalam kekacauan akibat pemberontakan serta demonstrasi yang dilakukan. Puncaknya terjadi pada tanggal 11 Maret 1966 muncul surat perintah yang namanya Supersemar atau Surat perintah sebelas maret. 

Dokumen tersebut berisi surat perintah kepada Letnan Jendral Soeharto untuk mengambil alih pusat kekuasaan tertinggi demi menangani kekacauan dan menstabilkan kondisi ekonomi, politik bangsa Indonesia.

Isi Supersemar dibuat oleh Soekarno dan merupakan perintah langsung kepada Soeharto namun banyak ahli sejarah yang beranggapan bahwa Supersemar adalah akal-akalan dari Soeharto demi menggantikan kekuasaan Soekarno yang saat itu sedang terpuruk terlebih lagi belum adanya bukti asli Supersemar yang ditemukan hingga kini.


Sejarah terbentuknya Orde Baru 

Intrik politik selalu ramai dibahas ketika membicarakan masa orde baru ini, salah satunya keterlibatan pihak asing terutama dari AS yang pada saat itu cukup berperan demi melengserkan Soekarno karena dianggap membahayakan. 

Hal tersebut dapat dikatakan sebagai salah satu fakta karena beliau merupakan tokoh yang dekat dengan PKI namun dalam perkembangannya Ia turun tangan dalam menghadapi rekan-rekannya di PKI. 

Kemudian ada juga yang berpendapat munculnya orde baru karena Angkatan 66 yang dilakukan oleh mahasiswa demi membuat revolusi baru bagi Indonesia yang saat itu dalam kondisi yang tidak stabil.

Pada tanggal 20 Februari 1967 secara resmi Presiden Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto sebagai presiden Republik Indonesia sesuai ketetapan MPRS NO XXXIII Tahun 1967.

Hal ini juga menandakan secara resmi lahirnya Orde Baru "New World Order". Pada awal pemerintahan Soeharto menerapkan kebijakan ekonomi terbuka dimana Ia bebas bekerja sama dengan pihak asing demi menstabilkan kondisi ekonomi Indonesia yang saat itu dalam kekacauan. 

Soeharto juga mengharamkan gerakan PKI serta melakukan perbaikan di bidang Politik serta melakukan kebijakan nasional seperti perbaikan infrastruktur pembangunan.

Kebijakan Pada Masa Orde Baru 

Langkah yang dilakukan pemerintah pada masa orde baru demi membangun perekonomian rakyat yang terpuruk pada pemerintahan sebelumnya antara lain :

A. Kebijakan Politik

  1. Pembubaran gerakan PKI hal ini direalisasikan pada 12 Maret 1966 sesuai dengan ketetapan Presiden dan MPRS NO 1/3/1966.
  2. kabinet Dwikora diperbarui melalui Keputusan Presiden no.5 tanggal 18 Maret 1966 dan juga menangkap 15 orang menteri yang terkait dengan gerakan 30 September 1965.
  3. MPRS dikembalikan kedudukannya berada di atas Presiden sesuai dengan UUD Tahun 1945. 
  4. Penyederhanaan Pemilu  masa orde baru di tahun 1971 dengan syarat bahwa partai politik yang sebelumnya berjumlah 10 partai menjadi 3 partai yaitu Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
  5. Pembentukan Pendidikan penataran (P4) atau dikenl juga dengan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila diwajibkan bagi seluruh lapisan masyarakat dan memberlakukan Asas Tunggal Pancasila untuk partai.
  6. Irian Barat dan Timor Timur berhasil kembali ke NKRI
  7. Pelopor berdirinya ASEAN di Asia Tenggara
Tonton juga Sejarah Asal Usul Nama Indonesia berikut ini lengkap beserta penjelasan.

B. Kebijakan Sosial dan Pendidikan

  1.  Program keluarga Berencana (KB)
  2. Menerapkan Transmigrasi agar meratanya penduduk di Indonesia
  3. Gerakan Orang tua Asuh
  4. Program wajib mengikuti pendidikan selama 9 tahun

C. Kebijakan Ekonomi

  1. Penerapan Repelita atau Rencana Pembangunan Lima Tahun. 
  2. Trilogi Pembangunan sebagai landasan dalam penentu kebijakan yang akan diterapkan.
  3. Pemulihan Ekonomi 1966-1973 dan juga kebijakan Ekspor
  4. Kembalinya Indonesia pada PBB

Peraturan pada Masa Orde Baru

Pada masa Orde Baru memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan pemerintahan sebelumnya, antara lain :
  1. Merajalelanya KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).
  2. Pemerintahan Diktator tetapi damai dan tentram.
  3. Kesenjangan Sosial antara kaya dan miskin.
  4. Kebijakan Transmigrasi.
  5. Mulai masuknya Investor asing ke Indonesia.
  6. Memerangi buta huruf.
  7. Ekonomi membaik.
  8. Perkembangan di bidang pembangunan.
  9. Indonesia menjadi Swasembada pangan tahun 1984.
  10. Kembalinya Indonesia ke PBB.
  11. Militer berada dalam Pemerintahan.

BACA JUGA : Wisata favorit di Palembang dengan tema sejarah

Kemunduran Masa Orde Baru

Pada masa Orde Baru Indonesia banyak mengalami perkembangan namun hal tersebut juga menjadi bumerang bagi pemerintahan Soeharto sendiri. 

Walaupun saat itu Soeharto sangat tegas dan bisa menyingkirkan siapa saja yang berani menentangnya ada saatnya Ia tidak berdaya menghadapi konflik tersebut. 

Permasalahan dimulai ketikan awal 1990an ketika itu sudah banyak golongan terpelajar di Indonesia dan masyarakat  yang merasa hak mereka terlalu dibatasi oleh kebijakan pemerintah. 

Seperti dibidang bisnis hanya di kuasai oleh keluarga besar Soeharto dan anggotannya yang berada di Pemerintahan sehingga hal ini menimbulkan konflik tersendiri bagi masyarakat. 

Pada saat itu juga Megawati Soekarno Putri yang merupakan Putri dari Presiden Soekarno mulai berani menuntut haknya sehingga hal ini menjadi ancaman bagi rezim Soeharto.

Akibatnya ia ikut campur dalam urusan internal partai PDI hal inilah yang memicu kemarahan rakyat karena tidak seharusnya presiden ikut campur urusan partai. Hal ini kemudian memicu kemarahan Oposisi dan mulai melancarkan aksi demo. 

Krisis Ekonomi pada tahun 1997-1998 membuat kondisi Indonesia saat itu sangat terpuruk menyebabkan pemerintahan Soeharto semakin terdesak. 

Krisi ekonomi ini memang melanda Asia namun Indonesia yang paling menderita harga nilai tukar rupiah anjlok akibatnya harga barang semakin mahal dan masyarakat tidak mampu untuk membelinnya. Puncaknya ketika gerakan pemberontakan dilakukan oleh mahasiswa dan didukung oleh masyarakat.

Terjadinya Penjarahan di berbagai wilayah di Indonesia serta banyaknya korba jiwa pada kerusuhan tersebut. Banyak rumah atau toko yang terbakar serta puncaknya ketika Demostrasi besar-besaran dilakukan di gedung DPR/MPR. 

Akibat Demostrasi tersebut menimbulkan korban jiwa dari Universitas Trisakti hal ini memicu kemarahan Mahasiswa semakin besar dan kemudian berhasil menduduki gedung DPR/MPR pada 18 Mei 1998. 

Presiden Soeharto kemudian segera mengambil langkah untuk menyerahkan jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia tepat pada tanggal 21 Mei 1998 kepada wakilnya BJ. Habibie untuk menggantikannya sebagai Presiden Indonesia.

Dari pidato pengunduran diri tersebut membuat berakhirnya masa orde baru di Indonesia dan menandakan berakhirnya Rezim otoriter dimana semua kebijakan berada di tangan pemerintah. 

Namun dari hal tersebut kita bisa melihat dari berbagai sudut pandang bahwa pada masa pemerintahan Soeharto membuat Indonesia menjadi lebih terbuka dan bisa berkembang namun dampaknya banyaknya Investor asing yang datang dan mengeruk keuntungan dari hal tersebut.

Pada kejadian tersebut dapat kita pelajari bahwa tidak mudah memimpin Indonesia dan kita patut berterima kasih pada Presiden kita semua. Beliau memiliki jasa bagi Indonesia khususnya Soeharto yang dikenal dengan 

bapak pembangunan, walaupun terbatasnya hak kita dalam demokrasi, selain itu kita juga patut berterima kasih bagi seluruh pahlawan kita karena tanpa mereka mungkin kita tidak bisa hidup seperti sekarang ini.






0 Response to "Soeharto Orde Baru dan Sejarahnya terlengkap"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel