Sejarah Bahasa Indonesia menjadi bahasa Nasional




Bahasa merupakan salah satu ciri kemajuan suatu bangsa, dengan adanya bahasa mereka bisa berkomunikasi dan dengan adanya bahasa juga dapat dikatakan sebagai pemersatu bangsa.

Di Indonesia sendiri bahasa Indonesia merupakan bahasa utama yang digunakan saat ini. Penggunaan bahasa Indonesia saat ini sudah umum digunakan setelah bahasa daerah dan juga bahasa Inggris.

Bahasa Indonesia mengalami sejarah yang panjang sehingga menjadi bahasa nasional Indonesia banyak sekali tahapan yang dilakukan agar diakui sebagai bahasa nasional Indonesia. Jadi bagaimana asal-usul bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa nasional, mari simak penjelasan berikut ini.


Asal-usul Bahasa Indonesia

Jika kita kaji lebih dalam maka bahasa Indonesia merupakan bahasa yang bersumber dari bahasa Melayu. Mengapa bahasa melayu ?

karena pada zaman kerajaan saja bahasa melayu sudah digunakan oleh kerajaan yang berkuasa saat itu, salah satu contohnya adalah kerajaan Sriwijaya yang menjadi pusat penyebaran agama Budha hal ini tertulis dalam beberapa Prasasti yang ditemukan.

Bahasa Melayu merupakan asal-usul bahasa Indonesia yang kita kenal saat ini. Akan tetapi banyak sekali perubahan dan penyesuaian yang dilakukan agar mudah di mengerti dan diucapkan oleh orang-orang Indonesia.

Pada Era Kolonial bahasa Melayu dijadikan bahasa ke dua yang digunakan oleh orang-orang Indonesia saat itu. Walaupun pada saat itu banyak sekali yang menentang hal tersebut khususnya dari orang-orang

Belanda yang menganggap bahasa Belanda harus dipelajari oleh seluruh penduduk di Indonesia agar memudahkan mereka untuk berkomunikasi, akan tetapi hal tersebut tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.

Bahasa Melayu lebih disukai oleh penduduk Indonesia karena lebih mudah dimengerti dan diucapkan hal ini dikarenakan sejarahnya yang sudah ada sejak zaman kerajaan di Nusantara.
Hal tersebut dibuktikan dengan munculnya usulan dari pemuda agar bahasa Melayu dijadikan bahasa Nasional tahun 1926.

Namun setelah dikaji lebih dalam bahwa Indonesia merupakan negara yang beragam suku dan juga budaya sehingga pada 28 Oktober 1928 tepatnya pada kongres pemuda ke 2 menyatakan bahwa bahasa nasional Indonesia adalah bahasa Indonesia.

 Hal ini sesuai dengan kesepakatan bersama dan agar memunculkan identitas bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, budaya dan juga kepercayaan, sehingga menyebabkan bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling tepat untuk digunakan oleh penduduk Indonesia.

Faktor yang menyebabkan Bahasa Melayu diterima Penduduk Indonesia
Sejak kedatangan bangsa barat bangsa Indonesia harus mempelajari bahasa baru agar mudah dalam berkomunikasi, namun hal tersebut tentunya tidak mudah karena penduduk Indonesia sendiri memiliki

keragaman budaya yang tersebar di setiap wilayahnya, jadi ada beberapa faktor mengapa bahasa Melayu dipilih oleh Penduduk Indonesia saat itu,
 yaitu :
1. Bahasa Melayu sudah digunakan sejak lama oleh kerajaan yang ada di Indonesia

2. Bahasa Melayu lebih mudah dipelajari dan dimengerti.

3. Suku dan juga penduduk di Indonesia lebih memilih mengakui bahasa Melayu.

4. Bahasa Melayu sudah melekat dengan kebudayaan Bangsa Indonesia.


Perkembangan Bahasa Indonesia

Walaupun sudah di sepakati bersama bahwa bahasa utama yang digunakan di Indonesia adalah bahasa Indonesia. Hak tersebut masih belum berjalan dengan baikd dalam perkembangannya.

Bahasa Indonesia sendiri lahir dari berbagai sumber bahasa seperti
contohnya :
a. Bahasa Sansekerta
b. Bahasa Melayu
c. Bahasa Arab
d. Bahasa Jawa kuno
e. Bahasa Belanda
f. Bahasa Inggris
g. Bahasa China
h. Bahasa Portugis
i. Bahasa Tamil
j. Bahasa Persia
k. Bahasa Hindi
l. Bahasa Jepang

Hal ini yang membuat bahasa Indonesia saat itu masih belum sempurna karena masih banyak sekali multitafsir dalam masyarakat. Bahasa tersebut sebagian masih ada dalam KBBI edisi ke IV.

Tahap Penyempurnaan Bahasa Indonesia

Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945 bahasa Indonesia tetap dijadikan bahasa nasional Indonesia. Akan tetapi dalam perkembangannya terjadi beberapa kali perubahan agar cakupan bahasa Indonesia lebih luas lagi sesuai dengan kosakata yang terus bertambah.

Tahap-tahap penyempurnaan bahasa Indonesia dilakukan beberapa kali mulai dari sebelum merdeka dan sesudah Indonesia merdeka yaitu sebagai berikut :

1. Van Ophuijen tahun 1901
Masa Kolonial Belanda bahasa Melayu lebih diminati oleh penduduk pribumi. Bahasa Melayu tersebut kemudian diperbaiki oleh Prof.

Charles Van Ophuijen dan dibantu oleh Sultan Makmur atau Engku Nawawi dan juga Sultan Ibrahim atau Moh Taib dalam proses penyempurnaan bahasa Melayu saat itu. Ejaan Van Ophuijen menjadi dasar untuk pertama kalinya penyempurnaan bahasa yang digunakan saat itu.

Ejaan yang di buat memudahkan kedua bangsa untuk berkomunikasi karena dibuat untuk dan sesuaikan dengan bahasa melayu yang ditulis dengan huruf latin sehingga orang-orang Belanda juga memahai hal tersebut.

Penyesuaian bahasa tersebut seperti huruf Jang menjadi Yang, Doloe diubah menjadi Dulu dan penggunaan tanda petik seperti Ma’mur menjadi makmur.

2.Ejaan Soewandi 
Penyempurnaan kedua dilakukan oleh Soewandi pada 19 Maret 1947 setelah Indonesia merdeka dan ini merupakan pertama kalinya bahasa Indonesia mengalami perbaikan.

Perubahan-perubahan yang dilakukan tidak terlalu banyak hanya melakukan sedikit perbaikan seperti kata yang berulang boleh ditambah angka 2, seperti uang2, rumah2,orang2.

Mengubah kata pa menjadi Pak dan penggunaan ka toe yang sering digunakan diakhir kalimat yang dibuah menjadi akhiran U.

3.Ejaan Bahasa yang disempurnakan (EYD)
Ejaan ini sering dikenal dengan singkatan EYD. Penyempurnaan ini dilakukan pada tahun 1972. Keputusan ini dilakukan karena mengikuti perkembangan zaman yang melahirkan kosakata baru sehingga presiden Soeharto meminta untuk melakukan perbaikan dalam bahasa Indonesia seusai dengan perkembangan zaman tersebut.

Hal ini terdapat dalam Peraturan Pemerintah NO. 57 Tahun 1972 yang berisi penyempurnaan dan juga penyederhaan bahasa Indonesia.

Pada perubahan kali ini lebih pada peraturan penulisan seperti tanda baca, singkatan hingga akronim, serta beberapa penulisan angka dan juga kata serapan yang ditambahkan.

4. Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)
Setelah beberapa kali melakukan perbaikan saat ini EBI merupakan perbaikan terakhir yang dilakukan pada tahun 2015 sesuai dengan peraturan NO. 50 Tahun 2015.

Beberapa perbaikan dan penyerapan bahasa ditambahkan dalam perbaikan kali ini seperti penambahan huruf vokal diftong, huruf kapital, serta penghapusan kata lema dan sublema, serta melakukan penambahan kosakata baru sesuai dengan perkembangan zaman.




0 Response to "Sejarah Bahasa Indonesia menjadi bahasa Nasional"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel