Lyudmila Pavlichenko Sniper wanita paling mematikan sepanjang sejarah



Halo sobat sejarah, kali ini kita akan membahas mengenai sejarah Sniper di negara beruang merah yaitu Uni Soviet selama perang dunia ke 2,yang pada saat 
ini negara tersebut bernama Russia.

Uni Soviet ketika perang dunia ke 2 banyak sekali melahirkan wanita-wanita tangguh sebagai bagian dari pasukan utama tentara merah, namun dari banyaknya wanita yang ada terdapat 1 nama yang sudah dikenal luas dan menjadi salah satu legenda sniper sekaligus pahlawan bagi Soviet. 


Ia adalah Lyudmila Pavlichenko yang telah diakui oleh dunia sebagai wanita paling mematikan yang pernah tercatat dalam sejarah, dengan berbagai macam penghargaan selama perang dunia ke 2. 

Akan tetapi dibalik kisahnya yang gemilang tersebut ternyata Pavlichenko sangat tertarik dengan yang namanya sejarah bahkan Ia mendapatkan gelar Doktor di bidang tersebut, bagaimana kisah sang legenda sniper ini, simak terus video ini.

Ia memiliki nama lengkap Lyudmila Mikhailovna Pavlichenko, Ia merupakan wanita yang berjuluk Lady Death dari Uni Soviet, Pavlichenko dikenal sebagai Sniper terbaik di dunia sepanjang sejarah, bahkan namanya berhasil mengalahkan sang legenda Sniper dari negara Beruang 
Merah tersebut yaitu Vasily Zaytsev.


yang sempat diangkat kedalam film layar lebar melalui Enemy Of At The Gates.
Perempuan berparas cantik ini lahir pada 12 Juli 1916 di sebuah kota kecil bernama Belaya Tserkova, di Ukraina yang pada saat ini merupakan bagian dari Uni Soviet. 

Sejak kecil ia sudah memiliki kegemarannya dengan berburuh hewan dan ketika ia berusia 14 tahun Lyudmila Pavlichenko dan juga keluarga memutuskan untuk pindah ke wilayah Kiev untuk bekerja di pabrik senjata. Pada masa remaja Lyudmila Pavlichenko tertarik untuk mengambil jurusan Sejarah di Universitas Kiev.

Ia dikenal sebagai siswi yang cerdas dan juga tomboy ia kemudian mendapatkan gelar master pada 1937. 

Namun keinginannya untuk melanjutkan studinya di bidang sejarah harus terhenti ketika Uni Soviet ikut terjun dalam perang dunia 2 untuk menghadapi Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler sehingga 

seluruh kegiatan pendidikan dihentikan dan dipusatkan untuk persiapan dalam menghadapi peperangan, Lyudmila Pavlichenko tertarik untuk membantu.

Uni Soviet dalam Perang dunia ke 2 dengan menjadi Relawan untuk membantu tentara yang berperang pada perang dunia ke 2,
Namun Lyudmila Pavlichenko memiliki bakat yang sangat baik dalam menembak hal ini memang sudah terlihat dalam 
lingkungan pergaulannya yang didominasi oleh para laki-laki.

Sehingga ia menjadi sosok yang kompetitif dan dapat bersaing dengan laki-laki seumurannya khususnya dalam lomba menembak yang rutin diadakan di Kiev saat itu dan berbagai medali sudah ia dapatkan. Terlebih lagi Lyudmila Pavlichenko pernah bekerja di pabrik senjata di Kiev.

Tidak ingin menyianyiakan bakat tersebut akhirnya Ia dimasukkan kedalam pasukan Batalion Infantri Darat yang terdiri dari 2000 Sniper. Lyudmila kemudian bergabung dengan divisi Chapayev ke 25 dan Ia langsung ditempatkan digaris depan dengan menggunakan senjata Semi Otomatis Tokarev SVT-40 pada awal agustus 1941.

Dalam pengalaman pertamanya Ia meraih hasil yang gemilang karena pada akhir agustus 1941 Lyudmila Pavlichenko berhasil membunuh sekitar 100 orang yang sudah terkonfirmasi. 

Karena kegemilangannya tersebut membuat ia kemudian dipromosikan sebagai sersan senior. Dan Ia dikirim untuk melawan pasukan sekutu jerman, yaitu Rumania di wilayah Odessa.

Lyudmila Pavlichenko bersama sniper lainnya berangkat pada Oktober 1941 untuk melawan balik tentara Jerman dan mempertahankan wilayah tersebut.
Dari sinilah mulai terjadinya perang Sniper antara Pasukan Jerman dengan Uni Soviet yang cukup panjang.

Lyudmila Pavlichenko menggunakan taktik yang sangat cerdik dalam perang kali ini terkadang Ia juga harus berdiam diri selama berhari-hari untuk menemukan posisi dari para sniper Jerman.dalam perang kali ini ia berhasil membunuh sekitar 36 sniper jerman yang terkonfirmasi.

Selama 8 bulan mempertahankan Sevastopool Ia kemudian kembali ke Uni Soviet dan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Letnan pada 1942 dan ia sudah membunuh total 257 Orang tentara Jerman dan sekutu. 

“Saya akan membunuh Lebih Banyak lagi” hal itulah yang disampaikan ketika ia berkomentar mengenai kenaikan pangkatnya tersebut. 

Nama Lyudmila Pavlichenko membuat Jerman Naik Pitam dan berusaha untuk menghentikan aksi dari Lyudmila Pavlichenko dengan menawarkan pangkat perwira serta persediaan seumur hidup bagi Lyudmila.

Namun usaha tersebut gagal karena selama itu Lyudmila Pavlichenko kembali menunjukkan tajinya dengan membunuh tentara jerman sebanyak 309 orang.
Hal ini membuat jerman sangat marah dan akan mencincang tubuh Lyudmila jika berhasil ditangkap/dibunuh, Lyudmila Pavlichenko tidak sedikit pun gentar dengan ancaman Jerman tersebut.

Hingga akhirnya pada Juni 1942 Lyudmila Pavlichenko terluka akibat serangan dari Mortir Jerman dan ia segera di tarik dari kesatuan untuk proses pemulihan, setelah pulih ia diliburkan dari tugas dan dikirm ke Amerika dan juga kanada untuk melakukan hubungan Diplomasi.

Lyudmila Pavlichenko merupakan orang dari Uni Soviet pertama yang mengijakkan kaki di gedung Putih ketika Amerika dipimpin oleh Presiden Franklin D Roosevelt.Kedatangannya di Amerika dan juga kanada disambut meriah.

Bahkan atas nama besar Lyudmila Inggris memberikan tiga unit X-ray yang bernilai 4.516 Poundsterling bagi tentara AD Uni soviet. Atas kebanggannya tersebut Uni soviet pun tidak tinggal diam dan menaikkan pangkat Lyudmila Pavlichenko menjadi Mayor dan diberi gelar sebagai Pahlawan Uni Soviet.

Namun hingga Perang dunia 2 berakhir Lyudmila Pavlichenko tidak lagi ditugaskan sebagai pasukan utama ia hanya menjadi pelatih dari Sniper Uni Soviet dan ditugaskan sebagai tim pendaping Uni Soviet sejak saat itu berat badan Lyudmila mulai bertambah.

Ia juga menikah untuk yang kedua kalinya, karena suami pertamanya telah meninggal di medan pertempuran. Setelah PD 2 berakhir Lyudmila Pavlichenko tertarik untuk melajutkan Studinya dibidang sejarah dan ia berhasil mencapai gelar Doktor. 

kemudian ia menjadi Sejarawan bersama dengan tim Peneliti dari AL Uni Soviet. 
Lyudmila Pavlichenko meninggal pada 10 Oktober 1974 pada usia ke 58 dan dimakamkan di Moskwa atau sekarang Moskow Rusia, untuk mengargai jasa-jasanya. 

Kemudian diterbitkanlah sebuah perangko dengan wajah Lyudmila Pavlichenko untuk mengenang jasanya tersebut sebagai Sniper wanita paling mematika sepanjang sejarah.
Nah itu tadi sedikit sejarah mengenai Lady death “Lyudmila Pavlichenko” 

Semoga informasi ini bermanfaat.


0 Response to "Lyudmila Pavlichenko Sniper wanita paling mematikan sepanjang sejarah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel