Strategi sriwijaya menguasai jalur pelayaran dan juga perdagangan Maritim

Gambar kapal layar bercadik di borobudur


Assalamualaikum wr wb, kembali lagi bersama saya Delta Buana, kali ini kita akan membahas mengenai sejarah dari sang penguasa jalur Maritim di Nusantara. 
Siapa lagi kalau bukan Sriwijaya.

Hal ini tentu saja sangatlah menarik karena kita akan mengkaji lebih jauh lagi mengenai jalur pelayaran dan juga perdagangan yang membuat Sriwijaya bisa dikenal oleh berbagai bangsa yang ada di dunia hingga mencapai puncak kejayaan berkat jalur maritim tersebut. Tanpa berlama-lama lagi kita mulai dari letak geografis terlebih dahulu.

1.Letak Geografis Sriwijaya

Tentunya aneh jika penguasa maritim pusatnya jauh dari sebuah wilayah perairan, banyak peradaban besar yang ada di dunia lahir dari wilayah perairan yang penting seperti sungai Nil, Sungai Indus, hingga Sungai Yangtze yang melahirkan sebuah kehidupan bagi manusia dan mahluk hidup lainnya, Bahkan manusia purba zaman dahulu saja bisa bertahan hidup karena tinggal dekat dengan wilayah yang tidak jauh dari aliran sungai.

Hal tersebut dibuktikan dengan keberadaan Sriwijaya yang terletak di pinggiran sungai besar yang letaknya sangatlah strategis bagi jalur pelayaran maritim internasional. Tempat tersebut berada di Sekitaran Sungai musi yang ada di wilayah Palembang Sumatera selatan, Pada saat itu wilayah tersebut merupakan pintu gerbang bagi jalur maritim internasional yang menghubungkan bangsa-bangsa dari Arab, Tiongkok, Persia, Hingga India.

Sehingga dengan datangnya bangsa-bangsa lain ke wilayah Palembang membuat kondisi  Palembang menjadi lebih hidup dengan banyaknya kapal-kapal besar yang singgah dan melakukan transaksi dagang yang saling menguntungkan. 

Letak Sungai Musi yang berada di antara Selat Malaka begitu penting peranannya bagi Kapal-kapal yang ingin berlayar, Kapal2 tersebut berlayar menuju Teluk Persia kemudian menuju Samudera Hindia ataupun sebaliknya sehingga selat Malaka yang menjadi penghubung begitu penting peranannya bagi terciptanya suatu hubungan dagang internasional.

Dengan letak geografis yang strategis tersebut membuat terciptanya pelabuhan-pelabuhan baru diwilayah bagian barat maupun timur seperti yang berada di wilayah Muara Jambi dan juga wilayah Barus. 

Lalu bagaimana komoditi yang diperdagangkan oleh Kerajaan Sriwijaya ?
Jadi Komoditi utama yang dihasilkan oleh Sriwijaya pada saat itu sangatlah beragam seperti Kapulaga, cengkeh, kayu Cendana, Kapur Barus, Pala, Gading, Penyu, Timah, Perak, hingga Emas. Sedangkan para pembeli atau pedagang dari luar akan menukarnya dengan Porselin, kain katun, hingga kain Sutera yang menjadi cikal bakal dari songket Palembang yang khas dan mewah. 

2. sejak kapan dikenalnya Jalur maritim dikenal luas ?

Jalur maritime digunakan oleh para pedagang yang merasak sudah tidak amannya jalur darat yang digunakan terutama ketika melintasi wilayah pegunungan Himalaya yang sering terjadi perampokan dan pembunuhan. Sehingga para pedagang membuat mereka memilih jalur maritim sebagai alternatif baru guna melakukan perdagangan internasional.

Para pedagang tersebut membuat rute melawati laut Cina selatan menuju ke selat Malaka dan singgah terlebih dahulu di Bandar-bandar dagang Sriwijaya kemudian menuju India hingga ke wilayah Oman dan Arab begitu juga sebaliknya, hal tersebut dilakukan selama beberapa abad dan hal tersebut berhasil menghindari mereka dari gerombolan perampok yang mengacam,

 meskipun resiko mereka berlayar tidaklah mudah karena kondisi cuaca yang tidak bisa ditentukan dan terjadi badai yang kapan saja bisa menerjang kapal-kapal mereka di tengah samudera, namun pilihan tersebut dianggap lebih baik hal ini sudah dibuktikan dengan ramainya pedagan yang memilih jalur maritim.

3. Bagaimana Strategi sriwijaya dalam menguasai jalur maritim Internasional tersebut ?
Armada laut sriwijaya merupakan yang terkuat dan terbesar dinusantara  hal ini dibuktikan dengan berhasilnya mereka menjaga keamanan  jalur perdangan internasional selama beberapa abad dan mempertahankan kestabilan pemerintahan dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang berhasil diterapkan bagi para pedagang.

Hal ini juga dibuktikan oleh catatan I Tsing yang menyatakan terdapat sebuah Guo (bisa diartikan sebagai negeri ) Melayu yang kini sudah menjadi Srivijaya yang menguasai banyak mandala hal ini juga diperkuat dalam prasasti karang Brahi yang sezaman dengan catatan tersebut.

4. Bagaimana strategi sriwijaya dalam mempertahankan jalur maritim ?

Guna mempertahankan eksistensi sebagai penguasa maritim Sriwijaya telah melakukan hubungan diplomasi dengan kaisar cina sehingga terciptanya hubungan yang lebih dekat dekat dengan penguasa asia timur tersebut sehingga mereka tidak melakukan perdagangan langsung dengan bangsa lain tanpa melalui sriwijaya.

 Terlebih lagi mereka telah menaklukan bajak laut atau perompak yang ditakuti oleh para pedagang di sekitar selat Malaka hingga Laut Cina selatan yang terkenal kejam dan brutal dan tunduk terhadap kekuatan Armada Sriwijaya membuat tidak adanya masalah yang berarti bagi sriwijaya sebagai penguasa tunggal jalur maritim internasional tersebut yang bertahan hingga berabad-abad lamanya. 

Melalui strategi tersebut sriwijaya berhasil mencapai puncak kejayaan dengan menjadi tempat penyebaran agama Budha di Asia tenggara dan juga sebagai Bandar dagang Internasional dengan komoditi yang beragam hal inilah yang membuat nama Sriwijaya semakin dikenal luas oleh berbagai bangsa khususnya di kawasan asia tenggara.

Nah itu tadi sedikit ulasan mengenai Jalur pelayaran dan juga perdagangan Sriwijaya semoga informasi ini bermanfaat bagikalian yang sedang mencari materi tersebut dan jika ada saran atau pertanyaan dapat disampaikan melalui komentar dibawah dan jangan lupa share ya terima kasih. Salam JASMERAH


Materi ini bersumber dari Jurnal Ilmiah Balai Arkeologi Siddhayatra oleh Khabib Soleh Mengenai Jalur Pelayaran dan Perdagangan Sriwijaya pada abad ke 7 M.
 Terima kasih.

0 Response to "Strategi sriwijaya menguasai jalur pelayaran dan juga perdagangan Maritim"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel