Mengenal AR Baswedan Keturunan Arab yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional

Sejarah Ar Baswedan

Halo sobat sejarah, Ada yang pernah mendengar nama AR Baswedan ? mungkin nama tersebut serasa tidak asing 
bagi kalian, karena beliau merupakan kakek dari Anies Baswedan dan juga Novel Baswedan yang sering kita lihat. AR Baswedan memiliki nama lengkap Abdurrahman Baswedan, Ia lahir 11 september 1908 di Ampel, Surabaya.

Ia merupakan keturuan Arab yang membantu Indonesia dalam mendapatkan pengakuan de jure dan juga de facto dari Mesir guna memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Berikut ini kisah perjuangan dari AR Baswedan hingga diakui sebagai Pahlawan nasional Indonesia.

Perjuangan awal dari Ar Baswedan dimulai ketika masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda dimana terdapat keturunan arab yang ada di Indonesia berusaha untuk memperjuangkan kepentingan mereka. Namun karena perbedaan pemahaman golongan arab di Indonesia pun terbagi menjadi 2 yaitu golongan Sayid atau Ar Rabitah dan juga Non Sayid atau Al-Irsyad yang sebelumnya tergabung kedalam Jamiat Khair.

Mereka terpecah karena berbeda pemahaman antara golongan asli arab dengan keturunan Arab yang sudah mengadopsi budaya Indonesia. Mereka berselisih karena golongan asli arab menggap Tanah Air mereka bukan Hindia Belanda. Sehingga dengan perbedaan pendapat tersebut munculah sosok Ar Baswedan yang kemudian mendirikian Partai Arab Indonesia atau (PAI). Ar Baswedan sebagai keturunan arab merasa ia harus memperjuangkan tanah kelahiran mereka dengan menghimpun anggota keturunan arab di Hindia Belanda.

Alasan Beliau mendirikan Partai Arab Indonesia adalah untuk menjaga persatuan golongan arab yang ada dan juga menjaga keutuhan bangsa dari pengaruh golongan arab totok yng dianggap menggangu bisa persatuan. Ia mendirikan Partai Arab Indonesia bukan tanpa Kendala banyaknya perselisihan dan juga pertentangan di antara golongan arab tersebut. 

Ar Baswedan mendirikan PAI ini tersinspirasi dari partai Tionghoa Indonesia yang sudah lebih dulu berdiri. 
Ia kemudian berkordinasi dengan Liem  Koen Hian, sebagai pemimpin redaksi di Sin tit po dan bekerja sebagai jurnalis yang medukung kemerdekaan tanah air Indonesia.

Dari sinilah karir AR Baswedan semakin menanjak ia kemudian dipercaya menjadi redaktur pada surat kabar harian berbahasa melayu karena produktivitas dan jua tulisannya yang tajam. Selama berkarir ia tidak hanya dikenal sebagai Jurnalis maupun ketua PAI saja melainkan seniman hingga penyair dan juga diplomat. Ia juga dikenal memiliki berbagai teman dari kalangan seniman sebut saja WS Rendra, Chaerul Umam hingga Taufiq Effendi. 

AR Baswedan juga berhasil mengajak keturunan Arab yang ada di Indonesia untuk melakukan sumpah pemuda keturuan arab pada 4 Oktober 1934 untuk cinta terhadap tanah kelahiran yaitu Indonesia. Ia juga menjadi anggota BPUPKI sebagai wakil menteri muda penerangan pada masa kabinet syahrir dan juga sebagai anggota dewan konstituante.

Selain itu ia juga menjadi sosok penting ketika meyakinkan negara Mesir untuk mengakui Indonesia sebagai negara merdeka secara de jure dan de facto pada 1948. 

Meskipun nyawanya menjadi taruhan tetapi ia tetap berseikeras untuk membantu memerdekakan Indonesia. AR Baswedan juga menguasai beberapa bahasa selama hidupnya seperti Bahasa Indonesia, Arab, Inggris dan juga belanda. 

AR Baswedan kemudian menikah dengan Saichun pada 1948 namun pernikahannya tidak bertahan lama karena istrinya kemudian meninggal karena penyakit malaria. Kemudian ia menikah lagi pada tahun 1950 dengan wanita yang bernama Barkah Ganis yang merupakan tokoh penggerak perempuan di Rumah KH Ahmad Dahlan di Jogja. Selama menikah dengan Ganis ia memiliki 11 anak dan 45 cucu termasuk Anies Baswedan dan juga Novel Baswedan.

Selama hdipunya ternyata AR Baswedan tidak memiliki rumah sendiri, selain dikenal karena kesederhanaannya ia juga hanya memiliki mobil tua dari pemberian Adam Malik sebagai wakil presiden Indonesia saat itu. AR Baswedan meninggal pada 16 Maret 1986 pada usia yang ke 77 tahun.

Sebelum meinggal ia berwasiat tidak mau dimakamkan di taman makan pahlawan kalibata karena ia ingin dimakamkan di tanah kusir bersama dengan para pejuang.
Demikian sekilas mengenai peran penting AR Baswedan dalam membantu Indonesia mencapai kemerdekaan.

Hingga mempertaruhkan segalanya demi persatuan di Indonesia, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa persatuan adalah segalanya tugas kita adalah menjagannya, salam jasmerah

0 Response to "Mengenal AR Baswedan Keturunan Arab yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel