Fakta Timor Leste yang pernah menjadi bagian dari Indonesia

Negara Timor Leste, yang dulunya dikenal dengan nama Timor Timur, merupakan sebuah provinsi termuda yang pernah tergabung dengan kesatuan NKRI di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. 

Ketika masa kolonialisme, Timor Timur merupakan wilayah bekas jajahan dari Portugis. Seperti yang dilansir dari tirto.id, Banyak sekali lika-liku yang harus dihadapi oleh Timor Leste guna melepaskan diri Indonesia.


Kemudian setelah presiden Soeharto lengser dari kekuasaannya, puncak kekuasaan kemudian dipegang oleh BJ Habibie.

Ia kemudian bersedia untuk mengadakan referendum bagi Timor Timur. Seperti dilansir situs resmi Timor Leste, referendum itu berlangsung pada 30 Agustus 1999 dengan lebih dari 90 persen partisipan, hasilnya 78,5 persen rakyat Timor Timur lebih memilih kemerdekaan
dan menolak otonomi yang diusulkan oleh pemerintah Indonesia.

Setelah melalui penentuan pendapat rakyat tanggal 30 Oktober 1999, Timor Timur pun akhirnya secara resmi menjadi negara sendiri dengan nama Timor Leste pada 20 Mei tahun 2002, Setelah Timor Leste
merdeka, Portugal dan beberapa negara lainnya berusaha untuk membantu mereka menyelenggarakan kampanye guna mengumpulkan sumbangan kepada negara yang baru seumur jagung tersebut.

Bentuk pemerintahan di Timor Leste adalah semi-presidensial, Presiden sebagai Kepala Negara dan Perdana Menteri sebagai Kepala Pemerintahan.

Berikut ini adalah fakta-fakta tentang Timor Leste yang perlu kalian ketahui :

1. Presiden Timor Leste Saat ini, kekuasaan di negara itu dipimpin oleh Francisco Guterres yang dilantik sebagai presiden pada Mei 2017 lalu.

Ia adalah pemimpin partai kiri-tengah Fretilin dan seorang mantan gerilyawan yang berjuang memerdekakan Timor Timur dari Indonesia. Dalam pemilu bulan Maret 2017, Francisco memperoleh lebih dari 57 persen suara. Dan ia menjadi presiden keempat di negara itu.

2. Mata Uang Timor Leste Timor Leste menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat untuk seluruh transaksinya. Meskipun terdapat Bank Mandiri dan BRI
di sana, namun ATM Bank Mandiri dan BRI tidak dapat berfungsi. Untuk itu, sebelum bepergian ke Timor Leste, WNI wajib untuk menukarkan rupiah ke dolar Amerika.

Kendati demikian, negara ini punya mata uang lokal sendir loh, yang bernama koin centavo yang diperkenalkan pada tahun 2003 untuk menggantikan mata uang rupiah. Uang ini dicetak langsung di negara Portugis.

3. Makna Bendera Timor Leste
Bendera Timor Leste terdiri dari empat warna, yakni hitam, putih, kuning dan merah. Bendera ini didasarkan desain oleh Front Revolusi Kemerdekaan Timor Leste (Fretilin), kelompok utama yang menentang pengambilalihan Indonesia atas Timor Timur pada 1975-1976. Bendera nasional ini baru diadopsi pada 20 Mei 2002 setelah Timor Leste mencapai kedaulatan penuh.

Warna hitam mewakili lebih dari empat abad represi kolonial, warna kuning adalah lambang perjuangan kemerdekaan, warna merah adalah simbol penderitaan rakyat Timor dan bintang putih melambangkan harapan akan masa depan. 4. Bahasa Resmi Timor Leste Timor Leste menggunakan dua bahasa resmi, yakni Bahasa Tetun dan Bahasa Portugis.

Selain itu, ada sekitar 15 dialek lokal lainnya. Tetapi, negara tersebut juga menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai bahasa kerja.

5. Ibu Kota Timor Leste Ibu kota Timor Leste adalah Dili. Wilayah ini terletak di Selat Ombai di pantai utara pulau Timor, paling timur dari Kepulauan Sunda Kecil.

Dili merupakan wilayah pelabuhan utama dan juga sebagai pusat perdagangan untuk Timor Leste. Pada tahun 1999, ketika wilayah tersebut memperoleh kemerdekaan di bawah pengawasan PBB, Dili ditetapkan sebagai pusat administrasi dan menjadi ibu kota ketika Timor Leste mencapai kedaulatan penuh pada tahun 2002.

Nah itu tadi sekilah mengenai Negara Timor leste, bagaimana menurutm ujika Timor Leste kembali bergabung ke Indonesia apakah kaliam akan setuju, sampaikan pendapatmu di kolom komentar ya, samoai jumoa dipembahasan selanjutnya. 



0 Response to "Fakta Timor Leste yang pernah menjadi bagian dari Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel