Sejarah terbentuknya Polwan singkat

 



Dirgahayu Polwan yang ke-72! Semoga Polwan menjadi pelopor profesionalisme dalam Polri dari sabang sampai marauke.

Polwan atau polisi wanita sejatinya sudah ada sejak zaman perang kemerdekaan, Kesatuan polisi wanita Indonesia ini pertama kali dibentuk pada 1 September 1948, tepat hari ini 70 tahun silam. Namun, Kala itu, anggota Polwan hanya terdiri oleh 6 orang wanita saja.

Pembentukan polwan ini diawali oleh guncangan yang melanda Indonesia. Terutama Belanda yang masih berambisi untuk berkuasa kembali. Serangan demi serangan dilakuian perundingan demi perundingan dilanggar, karena Indonesia dalam situasi darurat dan Banyaknya penduduk yang mengungsi untuk menjauhi titik-titik rawan konflik pertempuran demi keselamatan diri dan keluarganya.

Namun, Pemerintah juga harus tetap cermat dan siaga lantaran gelombang pengungsi rawan disusupi mata-mata musuh. Sehingga mereka harus cermat untuk memeriksa para pengungsi yang datang. Yang menjadi persoalan, tidak semua pengungsi perempuan bersedia diperiksa oleh petugas laki-laki, terlebih secara fisik. Hal ini tentunya cukup menyulitkan, karena bisa saja Belanda mengirimkan wanita pribumi sebagai mata-mata.



Sebagai upaya untuk mengatasinya, dikutip dari buku 20 Tahun Indonesia Merdeka: Volume 3, terbitan Departemen Penerangan tahun (1966), akhirnya Pemerintah RI memberikan mandat kepada Sekolah Polisi Negara (SPN) di Bukittinggi untuk membuka pendidikan kepolisian bagi perempuan.

Hasilnya, terpiliah enam orang gadis remaja lulusan sekolah menengah untuk mengikuti pendidikan kepolisan wanita tersebut. Keenam perempuan itu adalah Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein, dan Rosnalia Taher, mereka semuanya berdarah Minangkabau.

keenam calon petugas wanita itu menjalani pelatihan sebagai inspektur polisi bersama dengan 44 peserta pria. Mereka mulai mengikuti pendidikan di SPN Bukittinggi pada 1 September 1948, yang kemudian ditetapkan sebagai hari kelahiran polwan di Indonesia. Enam polisi wanita perintis ini juga menjadi anggota Angkatan Bersenjata RI perempuan pertama. Rata-rata, mereka nantinya pensiun dengan pangkat kolonel polisi atau komisaris besar polisi.

Enam Srikandi inilah yang menjadi pelopor lahirnya kesatuan polisi wanita di Indonesia. Mereka mengemban tugas yang tidak kalah penting dari polisi pada umumnya, kendati secara jumlah masih jauh di bawah populasi polisi lelaki namun tugas mereka tidak bisa dipandang sebelah mata, semoga dihari jadi polwan yang ke 72 semakin Jaya dan semakin banyak berkiprah dalam mengisi kemerdekaan di Republik Indonesia yg kita cintai dan kita banggakan ini.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.





0 Response to "Sejarah terbentuknya Polwan singkat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel