G30S Asli atau Rekayasa


Hai Historian, kali ini kita masih membahas seputar G30S PKI ya, karena kemarin waktu admin posting materi tersebut banyak sekali argumen2 yang menyatakan bahwa Pristiwa G30S ini hanyalah akal-akalan dari beberapa pihak saja.. 

bahkan mereka juga menyebutkan berbagai teori-teori seputar konspirasi mengenai kejadi ini. Mereka menggap peristiwa ini dilakukan oleh tangan-tangan terlatih yang dilakukan secara profesional, sehingga sampai kini pun peristiwa itu masih diliputi misteri apakah pristiwa tersebut murni dilakukan oleh PKI atau ada campur tangan oknum lain ?

berikut ini adalah 5 teori konspirasi paling populer mengenai dalang sebenarnya dibalik pristiwa G30S yang telah dirangkum
dari berbagai sumber..

1. Partai Komunis Indonesia (PKI)

hingga saat ini kita telah diajarkan sejak dibangku sekolah bahwa dalang satu-satunya dibalik g30s adalah PKI. PKI sudah dianggap sebagai dalang utama dibalik G30S dan merupakan versi yang paling melekat di ingatan seluruh rakyat Indonesia sejak zaman orde baru...

Bahkan singkatan resmi untuk gerakan ini adalah G30S/PKI yang diterjemahkan sebagai Gerakan 30 September oleh PKI.

sedikit info bahwa selama masa Orde Baru setiap malam tanggal 30 September seluruh rakyat Indonesia diwajibkan menonton film kolosal tentang G30S/PKI dengan tujuan mengenang para pahlawan revolusi.

Namun Setelah rezim Soeharto tumbang banyak sekali pendapat yang mengatakan bahwa film tersebut hanyalah propaganda dalam bentuk seluloid saja, maksudnya film kolosal tersebut dibuat hanya sebagai doktrinasi yang bertujuan untuk melanggengkan kekuasaan dari presiden Soeharto.

bahkan banyak juga ahli sejarah yang mempertanyakan bahwa PKI bukan sebagai dalang utama dibalik gerakan berdarah ini.

Kalau memang PKI lah yang memberontak kenapa 3,5 juta anggotanya yang menjadikan PKI sebagai partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah Uni Soviet dan RRC tidak ada perlawanan ketika terjadi pembersihan oleh ABRI ?bahkan seolah-olah mereka pasrah ketika mereka dituding sebagai biang keladi dalam pristiwa tersebut.

putusan Mahkamah Militer Luar Biasa,
juga hanya menyebutkan individu-individu tertentu saja yang dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup dengan alasan terbukti melakukan makar. Dikarenakan kebanyakan anggota pki lainnya menyatakan tidak tahu menahu mengenai kejadi g30s tersebut.


2. Perwira tinggi Angkatan Darat dengan PKI sebagai Pemain Kedua

Pristiwa ini dikarenakan terdapat masalah internal dalam AD sehingga menyebabkan dilakukaknnya gerakan 30 September.
Teori ini pertama kali tercetus pada tajuk rencana surat kabar PKI, Harian Rakjat yang terbit pada 2 Oktober 1965. Oleh Hermawan Sulistyo dalam bukunya yang berjudul Palu Arit di Ladang Tebu menyebut ada beberapa fakta kunci yang dianggap mendukung versi ini.

para Pahlawan Revolusi itu diculik oleh anggota AD dan Tak ada sipil yang terlibat peristiwa tersebut sehingga tidak ada kecurigaan dari para korban. Kedua, tidak masuk akal bila PKI melakukan hal tersebut sementara partai itu sedang menikmati perkembangan dan keharmonisan nya dengan penguasa, dalam artian adalah keakraban pki dengan bung karno kala itu..

Sumber lain juga menyebut gerakan ini disebabkan karena kesenjangan dalam internal AD. Serta ambisi mengenai
para perwira yang ingin memperoleh kursi kekuasan,, sehingga mereka harus menyingkirkan pihak-pihak yang kontra dan dianggap menyulitkan dalam mewujudkan tujuan mereka..


3. Amerika Serikat Melalui CIA

Teori yang ketiga ini menyebutkan bahwa Amerika merasa “gatal” melihat perkembangan PKI di Indonesia yang kian subur. Terlebih Sebagai “Macan Asia”, membuat berkuasanya komunis di Indonesia bisa menimbulkan efek domino terhadap negara-negara lain di Asia Tenggara.

Jika hal ini terjadi maka berarti mimpi buruk bagi Amerika. Hal ini sebenarnya telah disinyalir oleh Bung karno, beliau menyampaikan dalam pidato Nawaksara tahun (1967) yang menyebut adanya “subversi Nekolim”.

Maksudnya pernyataan ini adalah ada campur tangan dari Amerika dalam membujuk TNI AD untuk mengambil alih kekuasaan dari tangan presiden Soekarno yang saat itu terlihat akrab dengan komunis, sehingga mereka melakukan berbagai tindakan salah satunya dengan membentuk isu Dewan Jenderal yanh mengakibatkan kepanikan politik pada
saat itu..

Dikarenakan isu mengenai Dewan Jenderal inilah yang dimanfaatkan oleh CIA DAN beberapa pihak TNI AD untuk membuat PKI khawatir, sehingga membuat mereka melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadinya perebutan kekuasaan oleh TNI AD dengan cara menculik 7 perwira tinggi AD.

Sehingga Aksi penculikan yang dilakukan oleh PKI tersebut dijadikan sebagai kambing hitam untuk menuduh PKI Sebagai pelaku utama dalam pemberontakan.

Alasan ini juga yang dijadikan dasar oleh pihak tentara atau Soeharto untuk membubarkan PKI dan memburu kader-kadernya pki yang tersisa hingga ke berbagai daerah agar tidak terjadi paksi pembalasan. (Sumber: kompasiana.com)



4. Mayjen Soeharto

Teori ini dikemukakan oleh Kolonel Abdul Latief dalam Pledoinya yang menyatakan bahwa: Soeharto Terlibat G30S (1999) dan mengungkapkan bahwa dia melaporkan akan adanya aksi kudeta yang dilakukan dan aksi tersebut kita kenal dengan nama G30S, ia menyatakan kejadian tersebut secara langsung kepada Soeharto di kediamannya di Jalan Haji Agus Salim Jakarta pada 28 September 1965, dua hari sebelum operasi dijalankan.

Bahkan, empat jam sebelum G30S dilaksanakan, pada malam hari 30 September 1965, Latief kembali melaporkan kepada Soeharto bahwa akan ada operasi untuk menggagalkan rencana kudeta Dewan Jenderal yang dimukai pada dini hari 1 Oktober 1965. Menurut Latief, Soeharto malah tidak melarang atau mencegah operasi tersebut.

Hal tersebut juga di ungkapkan oleh Asvi, faktanya bahwa Soeharto telah bertemu dengan Latief dan mengetahui rencana G30S namun ia tidak melaporkannya kepada Ahmad Yani atau AH Nasution, dan hal ini menjadi teori paling kuat bagi analisis ini dikarenakan hal ini mendukung bahwa adanya “kudeta merangkak” yang dilakukan oleh Soeharto..

Maksud dari kudeta merangkak, yang disampaikan oleh Saskia Wierenga, Peter Dale Scott, dan juga Soebandrio, sebagai mantan kepala Badan Pusat Intelijen (BPI) dan menteri luar negeri.

Dalam Kesaksianku tentang G30S (2000) Soebandrio mengungkapkan rangkaian peristiwa dari 1 Oktober 1965 sampai 11 Maret 1966 sebagai kudeta merangkak
yang dilakukan melalui empat tahapan yaitu dengan menyingkirkan para jenderal pesaing Soeharto, melalui pembunuhan pada 1 Oktober 1965, dan membubarkan PKI, sebagai partai besar kala itu yang memiliki anggota jutaan dan merupakan pendukung dari presiden Sukarno, serta menangkap 15 menteri yang dianggap loyal kepada Presiden Sukarno, sehingga membuat ia bisa dengan mudah mengambil alih kekuasaan dari Sukarno karena basis pendukung dari bung karno sudah kocar-kacir akibat pristiwa tersebut..

5. Presiden Sukarno

Teori konspirasi yang terakhir dibalik pristiwa ini adalah bung karno sendiri..

Setidaknya ada tiga buku yang menuding Presiden Sukarno terlibat dalam peristiwa G30S: yang pertama oleh Victor M. Fic, Anatomy of the Jakarta Coup, October 1, 1965 terbitan tahun (2004) kemudian ada Antonie C.A. Dake, The Sukarno File, 1965-67: Chronology of a Defeat The Devious Dalang: Sukarno and So Called Untung Putsch: Eyewitness Report by Bambang S. Widjanarko tahun (1974); dan Lambert Giebels, Pembantaian yang Ditutup-tutupi, Peristiwa Fatal di Sekitar Kejatuhan Bung Karno.

Ketiga buku tersebut “mengarah kepada de-Sukarnoisasi yaitu menjadikan presiden RI pertama itu sebagai dalang peristiwa Gerakan 30 September dan bertanggungjawab atas segala dampak kudeta.

berdarah itu.” Ketika buku Dake terbit di Indonesia dengan judul Sukarno File (2005), keluarga Sukarno protes keras dan menyebut hal tersebut sebagai pembunuhan karakter terhadap presiden Sukarno.

Untuk menyanggah buku-buku tersebut, maka Yayasan Bung Karno menerbitkan buku yang berjudul Bung Karno Difitnah pada tahun 2006. Cetakan kedua memuat bantahan dari Kolonel CPM Maulwi Saelan, sebagai wakil komandan Resimen Tjakrabirawa.

Tentu saja hal ini membuat keluarga Sukarno protes keras dan menyebutnya sebagai pembunuhan karakter terhadap Sukarno. Untuk menyanggah buku-buku tersebut, Yayasan Bung Karno menerbitkan buku Bung Karno Difitnah pada 2006. Cetakan kedua memuat bantahan dari Kolonel CPM Maulwi Saelan, sebagai wakil komandan Resimen Tjakrabirawa.

Tentunya Siapapun pelaku utama dalam pristiwa tersebut, yang jelas peristiwa pembunuhan jenderal dan juga pembantaian massal adalah peristiwa yang mencoreng hak-hak asasi manusia, mari kita sama-sama berikan alfatihah buat para korban dalam pristiwa ini, dan semoga kejadi kelam ini tidak pernah terjadi lagi...

Itulah tadi sekilas mengenai teri-teori paling populer mengenai pristiwa G30S, menurut mu teori mana yang paling kuat, atau kalian punya teori sendiri, sampaikan dikolom komentar ya, sampai jumpa di pembasan selanjutnya...salam jasmerahh..







0 Response to "G30S Asli atau Rekayasa "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel