Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah Pancasila dan Makna Butir-Butir Pancasila

Sejarah Pancasila dan Makna Butir-Butir Pancasila
Jangan sekali-kali melupakan Sejarah

Sudah kita ketahui bahwa Pancasila merupakan ideologi dasar bagi bangsa Indonesia. Arti kata Pancasila ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Panca yang berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila juga merupakan sebuah rumusan dan juga pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Sehingga kita sebagai warga negara Indonesia tentu harus mengetahui dan juga mempelajari sejarah dari perumusan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia serta bagaimana terbentuknya butir-butir Pancasila tersebut, Berikut ini adalah penjelasannya. 

Sejarah terbentuknya Pancasila 

Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia ini selalu diperingati setiap tanggal 1 Juni hal ini sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Bung Karno. Lahirnya Pancasila ini tentu tidak lepas dari Janji Manis bahwa Jepang akan membantu Indonesia untuk merdeka hal itu disampaikan langsung oleh perdana menteri Jepang.

Yaitu kunaiki Koiso pada tanggal 1 Maret tahun 1945. Dengan tujuan bisa bekerja sama dengan Indonesia menghadapi bangsa asing terutama Belanda. Sehingga dibentuklah yang namanya BPUPKI atau badan penyelidikan usaha-usaha usaha Persiapan Kemerdekaan pada 29 April tahun 1945.

BPUPKI ini diketuai oleh dr Kanjeng Raden Tumenggung radjiman Wedyodiningrat. Kalau itu anggotanya terdiri dari 74 orang yang mana dibagi menjadi 67 orang asli Indonesia dan 7 orang Jepang. Dan BPUPKI ini mengadakan beberapa kali rapat dengan tema sebagai dasar negara namun setelah beberapa kali melakukan rapat belum juga mendapatkan hasil yang memuaskan. 

BACA JUGA : Langkah-langkah dalam penelitian Sejarah

Namun hal tersebut berubah ketika Insinyur Soekarno diberikan kesempatan untuk menyampaikan asas-asas berdasarkan pidato pada tanggal 1 Juni tahun 1945. Dalam pidatonya tersebut bung Karno kemudian menyampaikan suatu gagasan mengenai dasar negara yang diberi nama Pancasila dan setelah mendapat pidato Bung Karno tersebut akhirnya dibentuklah panitia kecil guna menyusun dasar-dasar yang dilandasi oleh pidato yang disampaikan oleh Bung Karno panitia tersebut adalah :

  1. Ir. Soekarno 
  2. Profesor Muhammad Yamin 
  3. Drs. Muhammad Hatta 
  4. Mr A.A. Maramis 
  5. Raden Abikusno Tjokrosujoso 
  6. Abdul Kahar 
  7. K.H Agus Salim 
  8. kyai Haji Wahid 
  9. Mister Ahmad

Kemudian berdasarkan diskusi antara panitia kecil tersebut bersama dengan BPUPKI maka dirumuskan lah sebuah naskah rancangan dalam pembukaan undang-undang yang kemudian dijadikan sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan disetujui pada tanggal 22 Juni tahun 1945 yang kemudian diberi nama sebagai Piagam Jakarta. Dan kemudian disahkan kan pada tanggal 18 Agustus tahun 1945 dan kemudian dicantumkan juga di undang-undang tahun 1945. 

Dan isi dari Pancasila tersebut berbunyi ketuhanan Yang Maha Esa kemanusiaan yang adil dan beradab persatuan Indonesia kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

BACA JUGA : Sejarah Lahirnya Pramuka

Sedangkan makna dari butir-butir silsilah tersebut adalah sebagai berikut: 

Makna Sila Ke 1 : 

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
  2. Orang Indonesia percaya dan juga takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3.  Mengembangkan sikap hormat dan saling menghormati serta dapat bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 
  4. Dapat membina kerukunan hidup diantara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 
  5. Agama merupakan kepercayaan terhadap Tuhan serta menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhannya. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan seperti menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. 
  6. Tidak memaksakan suatu agama dalam kepercayaan terhadap tuhan kepada orang lain.


Makna Sila ke 2: 

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabat sebagai makhluk Tuhan yang maha esa. Mengakui persamaan derajat hak dan juga kewajiban serta asas setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku keturunan agama ras kepercayaan jenis warna kulit dan lain-lain. 
  2. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan juga tepa selira. 
  3. Mengembangkan sikap tidak semena-mena adab orang lain. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. 
  4. Berani membela kebenaran dan keadilan. 
  5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. 

Makna Sila ke 3:

  1. Mampu mendapatkan persatuan kesatuan serta kepentingan dan juga keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama dan menempatkannya di atas kepentingan pribadi dan golongan. 
  2. Sanggup dan juga rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan juga bangsa. 
  3. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air di Indonesia. Melihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan juga keadilan sosial. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  4. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Makna sila ke 4:

  1. Sebagai warga negara dan juga warga masyarakat Indonesia memiliki kedudukan hak dan juga kewajiban. 
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain mengutamakan musyawarah dan mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. 
  3. Menghormati dan menjunjung tinggi Setiap keputusan yang telah dicapai sebagai hasil musyawarah. Keputusan yang diambil tentunya harus dipertanggungjawabkan baik secara moral kepada Tuhan dan menjunjung tinggi harkat martabat manusia serta nilai-nilai dan juga keadilan. 
  4. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan musyawarah. 

Makna sila ke 5: 

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur mencerminkan sikap dan juga suasana kekeluargaan dan juga kegotongroyongan. 
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban menghormati orang lain. 
  3. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. 
  4. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha sifat pemborosan juga gaya hidup yang mewah. Suka bekerja keras. 

Arti lambang Pancasila

Sudah kita ketahui bahwa lambang Pancasila merupakan bentuk ekor burung Garuda yang bisa disebut sebagai Garuda Pancasila. Berikut ini adalah arti dari lambang Pancasila tersebut:

Bintang melambangkan Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena bintang menggambarkan cahaya kerohanian bagi seluruh warga negara dan kelima bentuk pada bintang tersebut menggambarkan kepercayaan masing-masing warga negara Indonesia.

Rantai melambangkan sila kedua yaitu Kemanusiaan yang adil dan juga beradab rantai yang tersusun dari 1 gelang menggambarkan hubungan manusia yang saling tolong menolong.

Pohon beringin melambangkan sila ke tiga yaitu suatu persatuan di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan pohon beringin digambarkan sebagai tempat berteduh untuk seluruh warga negara Lambang tersebut juga dimaksudkan dengan arti sebagai bentuk kesatuan yang kokoh tertanam dalam akar-akar yang. 

Kepala banteng melambangkan sila ke empat yang bermakna kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Hal tersebut dikarenakan kepala banteng dimaknai sebagai hewan yang suka berkumpul dan juga kompak dalam mengambil keputusan. 

Padi dan kapas melambangkan sila ke lima yaitu maknanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia padi dan kapas dimaknai sebagai kebutuhan rakyat Indonesia tanpa memandang status dan juga kedudukan. Hal tersebut dikarenakan padi dan kapas dapat mencerminkan sandang dan juga pangan dan juga tak adanya Kesenjangan antara warga negara Indonesia. 

Nah itulah tadi sedikit penjelasan mengenai sejarah terbentuknya Pancasila serta makna butir-butir pancasila sebagian sebagai orang Indonesia tentu kita harus mengetahui dan juga mengamalkan nilai-nilai butir Pancasila tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga terciptanya kedamaian dan juga kesejahteraan bersama dalam kehidupan sehari-hari. 

Selain itu kita juga tidak boleh melupakan sejarah karena tanpa sejarah kita sama saja melupakan jati diri kita sendiri. Semoga informasi ini bisa bermanfaat ya sampai jumpa di pembahasan selanjutnya salam jasmerah.

BACA JUGA YANG LAIN :

1 comment for " Sejarah Pancasila dan Makna Butir-Butir Pancasila"

  1. Makasih kak, artikelnya bermanfaat buat saya mengerjakan tugas😁

    ReplyDelete