Peran Indonesia pada masa perang dingin dan juga dampaknya terhadap politik dan ekonomi global

Peran Indonesia pada masa perang dingin dan juga dampaknya terhadap politik dan ekonomi global

Sejarah perang dingin

Perang dingin merupakan peristiwa yang terjadi ketika terjadi ketegangan antara blok barat dan juga blok timur, yang mana mengakibatkan berbagai negara di dunia ini terkena dampak dari paham kedua kubu yang saling berselih tersebut.

Contohnya adalah Indonesia. Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan dianggap telah memiliki kekuatan yang kala itu cukup strategis di mata dunia, tentu sangat diharapkan jika menjadi koalisi dari salah satu blok yang berseteru tersebut.

Akan tetapi indonesia tidak ingin begitu saja memihak terhadap salah satu blok atau bahkan turut dalam konflik tersebut. Hal ini dikarenakan Indonesia lebih memilih untuk menjadi di tengah agar terciptanya perdamaian dunia.

Lalu bagaimanakah peran Indonesia pada masa perang dingin dan juga dampaknya terhadap politik dan ekonomi global kala itu. Berikut ini adalah penjelasannya.


A. Sekilas tentang perang dingin


Perang dingin adalah ketegangan yang terjadi pasca perang dunia ke-2. Di mana negara besar di Eropa seperti Amerika bersma NATO dan juga Uni Soviet bersama dengan negara bagiannya saling bersitegang akibat perbedaan ideologi dan juga keinginan dalam berkuasa.

Sehingga menyebabkan konflik-konflik politik yang terjadi, meskipun tidak melibatkan senjata. Namun hal ini sangat berdampak keberbagai negara salah satunya adalah dengan adanya keterlibatan Indonesia ketika adanya konferensi Asia-Afrika (KAA) ,Gerakan Non-Blok serta pengiriman pasukan Garuda dan juga Deklarasi Djuanda. Berikut ini adalah penjelasan tentang hal tersebut.

1. konferensi Asia-Afrika atau KAA


Konferensi ini Bermula ketika di adakannya sebuah Konferensi yang dikenal sebagai konferensi Kolombo. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meredam ketegangan yang terjadi antara 2 negara adidaya tersebut pasca perang dunia ke-2. Indonesia berusaha untuk mengadakan diantara seluruh konferensi ini yang dihadiri oleh seluruh negara di Asia dan juga Afrika yang kemudian diadakan di New Delhi India. Namun sebelum peristiwa tersebut berlangsung diadakanlah sebuah persiapan yang dilaksanakan di Bogor pada tanggal 28 hingga 31 Desember.

Kemudian konferensi ini diadakan pada tanggal 18 hingga 24 April tahun 1995 di gedung Merdeka Bandung jawa Barat. Kala itu dihadiri oleh 29 kepala negara yang berasal dari benua Asia hingga Afrika dan umumnya adalah negara-negara yang baru merdeka.

Berdasarkan konferensi tersebut disepakatilah yang namanya Dasasila Bandung yang menjadi dasar dari pembentukan gerakan non-blok serta mempelopori lahirnya kerja sama ekonomi dan juga kebudayaan antara negara di kawasan Asia-Afrika serta melawan berbagai bentuk kolonialisme dan juga neokolonisme antara Uni Soviet dan juga Amerika ataupun negara Imperalisme lainnya.

BACA JUGA : Sejarah Jendral Sudirman Lengkap

2. Gerakan Non Blok tahu GNB


Gerakan Non Blok adalah salah satu tindakan yang tidak ingin memihak ke kedua belah pihak antara Amerika dan juga Uni Soviet yang diikuti oleh 100 negara yang ada di dunia. Di sini Indonesia memiliki peran yang sangat penting ketika presiden Soekarno yang memimpin Gerakan Non Blok berhasil menyelenggarakan kTT X GNB yang diselenggarakan juga di Bandung. Bahkan kala itu Indonesia berhasil meredam ketegangan antara bekas pecahnya negara Yugoslavia pada tahun 1991.

3. Pengiriman Pasukan Garuda


Terbentuknya misi pengiriman Garuda ini tentu tidak terlepas dari peran United Nations peachkeeping Operation (UNPO) atau dikenal juga sebagai misi perdamaian PBB. Kala itu Indonesia berhasil mengirimkan pasukan TNI atau Tentara Nasional Indonesia untuk menengahi konflik yang terjadi di Timur Tengah pada 16 Juli tahun 1959. Dimana pihak Inggris Prancis dan juga Israel melancarkan serangan gabungan kepada Mesir yang menimbulkan banyak korban kala itu.

Namun misi yang dulunya sangat membutuhkan banyak tentara ini saat ii lebih mengutamakan polisi dan juga unsur sipil.

4. Deklarasi Djuanda


Deklarasi Djuanda ini pertama kali dicetuskan pada 13 Desember tahun 1957 oleh perdanan menteri Indonesia yaitu Djuanda Kartawidjaja. Deklarasi ini bertujuan untuk memperkuat kedudukan Indonesia di mata dunia. Dalam deklarasi ini juga Indonesia menyatakan untuk wilayah laut sekitar di Indonesia terutama yang yang berada di sekitaran kepulauan terluar merupakan milik Indonesia atau kesatuan NKRI.

Sehingga pada deklarasi ini Indonesia menyatakan teritorial Indonesia yang berjarak sekitar 12 Mil. Hal ini tentu telah diukur dari garis-garis dasar yang menghubungkannya dengan pulau-pulau terluar di Indonesia. Kemudian Deklarasi ini dikukuhkan pada tahun 1960 berdasarkan Perpu Nomor 4 dengan melampirkan konsep wawasan nusantara dengan tujuan agar diakui oleh negara yang ada di dunia.


BACA JUGA : Indonesia pada masa Demokrasi terpimpin

B. Apa dampak perang dingin terhadap Indonesia.

Akibat meluasnya perang dingin antara Blok Barat dan juga Blok Timur yang mengakibatkan berbagai negara yang ada di dunia ini terkena dampaknya baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk Indonesia. Berikut ini adalah dampak yang dirasakan Indonesia akibat terjadinya perang dingin:

Terlaksananya demokrasi terpimpin pada tahun 1960 yang mengakibatkan sistem pemerintahan kala itu dianggap mengarah ke pihak komunis.
Berdirinya poros Jakarta-Peking-pompen yang terbentuk akibat dekatnya Indonesia dengan negara Blok Timur atau Komunis.
Kala itu kebijakan yang Indonesia terlihat mengarah kepada Komunis-sosialisme yang kemudian berganti menjadi Liberalis-kapitalis.
Munculnya reformasi yang menyebabkan berakhirnya masa Orde Baru karena kekacauan ekonomi didalam negeri.
krisis moneter yang disebabkan karena Indonesia kala itu sangat bergantung terhadap modal asing sehingga menyebabkan krisis di dalam negeri.
Berkembanganya paham-paham baru di indonesia seperti munculnya bentuk komunisme, Liberalisme dan juga Sosialisme
Indonesia keluar dari IMF dan bekerjasama dengan IGI dan juga CGI.

Nah itulah tadi materi seputar Peran Indonesia pada masa perang dingin dan juga dampaknya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat salam Jasmerah.

BACA JUGA YANG LAINNYA :

Sejarah bahasa Inggris menjadi bahasa Internasional

Kolonialisme Portugis di Indonesia

Load comments