Sejarah pantun Jenis dan juga contohnya

Sejarah pantun Jenis dan juga contohnya

pengertian pantun dan jenis-jenisnya

Contoh pantun oleh Bayu Nadif

Hi Historian, disini siapa sih yang gak tau dengan pantun ? Pantun merupakan bentuk dari puisi lama yang sangat terkenal dan juga digemari di Indonesia. Pantun ini sama seperti syair dan juga gurindam.

pantun begitu cepat menyebar hingga ke berbagai wilayah yang ada di nusantara, hal ini karena pantun sudah dianggap sebagai sarana untuk mencurahkan perasaan seperti misalnya untuk memuji, menyindir, menasehati hingga bercanda gurau.

Sehingga dengan kemudahan dan juga fungsi pantun yang beragam tersebut membuat masyarakat menyukainnya.
Namun Bagaimanakah sejarah dan juga asal usul dari pantun ini Serta jenis-jenis pantun dan juga contoh pantun dari setiap daerah tersebut? berikut ini adalah penjelasannya.

1. Sejarah pantun

Pantun lazimnya terdiri dari 4 bait dimana setiap baris terdapat 8 hingga 12 suku kata dan setiap baitnya tersebut diakhiri dengan pola a-b a-b ataupun a-a b-b. Pantun merupakan sebuah sastra lisan yang berbentuk Senandung dan juga puisi rakyat yang dinyanyikan berbeda dengan puisi pantun biasanya tidak memiliki nama penulis.

Hal ini dikarenakan pada zaman dahulu pantun hanya diucapkan saja tanpa pernah terdapat nama penulisnya. Bentuk dengan masyarakat melayu asli yang sudah lama membudaya dan merupakan budaya asli dari bangsa Indonesia. 


Pada awal ya Pantun merupakan sebuah logat bahasa yang hidup dan berkembang di daerah Sumatera. Pantun dahulu tidak hanya digunakan oleh para pemuda saja namun terdapat berbagai macam-macam kegiatan seperti upacara adat hingga pernikahan.

jenis-jenis pantun ini juga semakin beragam jenisnya mulai dari pantun jenaka, pantun anak-anak, pantun sindiran, pantun nasihat dan lain sebagainya. yang kemudian menyebar keberbagai wilayah yang ada di Nusantara, bahkan pantun ini juga dikenal di Malaysia.

2. Asal-usul Nama Pantun

Ada berbagai pendapat dan juga asal usul dari penamaan pantun disetiap daerah yaitu sebagai berikut:

Pendapat dari Dr. R. Brandstetter yang merupakan seorang ahli perbandingan bahasa mengatakan bahwa pantun apakah akar kata Tun yang terdapat dari berbagai bahasa yang ada di Nusantara seperti dalam bahasa pampanga Pantun berasal dari kata tuntun yang  berarti teratur.

Dalam bahasa Tagalog pantun itu tonton yang berarti bercakap menurut aturan tertentu. Kemudian Dalam bahasa Jawa kuno yang berarti benang atau tuntun yang berarti teratur dan tuntun yang berarti memimpin.


Kemudian dalam bahasa Toba pantun berarti kesopanan ataupun kehormatan. Dalam bahasa Melayu pantun sendiri berarti quatrain yaitu saja berbaris 4 dengan rima ab-ab.

Sedangkan dalam bahasa Sunda pantun berarti cerita yang panjang yang memiliki sajak dan diiringi oleh musik.
Pendapat ini juga diamini oleh R.O Winstedt, iya mengatakan pantun berasal dari bahasa nusantara yang memiliki akar kata yang berbaris atau garis selanjutnya dan mempunyai arti kata yang baru. 

Yaitu kata-kata yang tersusun baik dalam bentuk prosa maupun puisi. Kemudian menurut Husein jayadiningrat Pantun merupakan bahasa yang terikat dan juga teratur, dan pantun memiliki akar kata dari Tun dalam bahasa Melayu yang berarti arah atau pelihara bimbingan.

Seperti yang ditunjukkan oleh kata tunjuk dan juga tuntun Jadi dapat disimpulkan bahwa pantun dapat diartikan sebagai bahasa yang terikat yang dapat memberikan arah petunjuk tuntunan dan juga bimbingan.

3. Pengertian pantun

Ya terdapat berbagai pendapat mengenai pantun berikut ini adalah pendapat mengenai pantun dari beberapa ahli bahasa.

1. Menurut Za'ba

Za'ba merupakan ahli sastra yang bersala dari Melayu, iya mengatakan pantun pada awalnya memiliki pengertian "seperti" atau "Umpama" yang memiliki arti tertentu.

2. Menurut Haru Matpiah

Pantun adalah quatrain yang terdiri dari beberapa baris pendek dan mempunyai irama ujung tetap yang berfungsi sebagai ungkapan dari sebuah pikiran dan juga perasaan secara ringkas dan juga padat berdasarkan pandangan-pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa pantun sebenarnya

Merupakan pikiran maupun perasaan yang tertuang 4 baris dan kedua baris pertama penggambaran ataupun pembayangan dan dua baris selanjutnya dapat disebut sebagai maksud ataupun makna yang terkandung dari sebuah baris pertama tadi.

3. Menurut Ibnu Wahyudi

Ibnu wahyudi adalah Dosen di Fakultas Ilmu Budaya UI. Mengatakan bahwa pantun berasal dari suatu komunikasi yang ber sastra dalam bentuk tradisi lisan dan pantun yang lagi ini terdiri atas sampiran berbaris pertama dan kedua disertai sini baris ketiga dan juga keempat dengan pola persenjataan ab ab.

Tentu tidak ada indikasi bahwa pantun merupakan jenis puisi lama yang dapat mempresentasikan Suatu bentuk komunikasi yang saling berbalas dan juga bersahut atau mengarah kepada suatu perumusan ujaran yang berjalinan antara satu dengan yang lain.

4. Jenis dan Contoh Pantun

Termasuk dalam puisi lama ini sudah lama dikenal oleh masyarakat yang ada di berbagai wilayah di nusantara dan hampir semua wilayah di Tanah Air memiliki berbagai macam jenis dan Bahasa pantun, yaitu sebagai berikut.

A. Pantun Melayu

Pantun Melayu merupakan jenis pantun yang paling banyak digunakan dan dikenal secara luas. Pantun ini sering digunakan oleh Masyarakat, tokoh adat,pedagang dan masih banyak lainnya.
Berikut ini adalah contoh pantu Melayu.
 
Padat tembaga jangan dituang 
Kalau dituang melepuh jari
Adat lembaga jangan dibuang
Kalau dibuang binasalah negeri.

B. Pantun Minang

Dalam kesuatraan Minangkabau Pantun merupakan hal yang penting. Pantun Minangkabau juga banyak ragamanya seperti kaba, pasambahan, pidato adat, hingga nyanyian. Berikut ini adalah contoh pantun Minangkabau.

Sarancak saelok ikolah parak

Indak badusun agak sabuah

Sarancak saelok iko awak

Hadak bapantun agak sabuah

 C. Pantun Jawa

Orang jawa mengenal Pantun dengan sebutan parikan atau wangsala. Yang biasa berisi ajakan untuk berbuat kebaikan. Berikut ini adalah contoh pantun Jawa.

Lalene mati dithutuk

Gawa merene tak sujenane

 Yen rene ra nate pethuk

Ndang mrene tak entenane

D. Pantun Sunda

Dalam kesenian pantun sunda, terdapat 3 bentuk makna yang biasanya berisi sindiran yaitu paparikan, sesebret dan waaangsalan. Berikut inilah adalah contoh pantun Sunda.

Ari ayang-ayang gung

Gung goongna rame

Ongkoh hayang tapi bingung

Teu daek sien kajampe

E. Pantun Betawi

Terdapat 1 hal yang menonjol dari pantun Betawi yaitu menunjukan ekspresi spontan.dan biasanya berisi nasihat, etika, moral,adat dan juga sopan santun. Berikut ini adalah contoh Pantun Betawi.

Ke setu ngorak kecapi
Kadebong ditebang sepuun
Baru satu dia punya tipi
Eh, sombongnya minta ampun

Demikian materi seputar sejarah pantun yang dapat saya sampaikan, jika ada saran ataupun pertanyaan dapat kalian sampaikan dikolom komentar ya, sampai jumpa dipembahasan selanjutnya.

Load comments