Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah Perang Bubat Penyebab, Lokasi hingga dampaknya


Sejarah Perang Bubat Penyebab, Lokasi hingga dampaknya
 Sejarah Perang Bubat Penyebab, Lokasi hingga dampaknya

Hai Historian, kali ini kita akan membahas sejarah dari perang bubat yang terjadi pada tahun 1357 M. antara Majapahit pada masa Hayam wuruk dan juga patih Gajah Mada, melawan Kerajaan Sunda Galuh, dibawah pemerintahan Prabu Linggabuana. Tentu dari pertempuran ini menyebabakan banyak sekali pertanyaan yang beragam, mulai dari apa sih yang menyebabkan pertempuran tersebut, serta dimana tepatnya lokasi dari pertempuran tersebut hingga bagaimana dampaknya bagi kedua belah pihak akibat pertempuran tersebut. 

Bahkan ada yang mengatakan bahwa terdapat larangan antara orang Jawa dan juga sunda untuk menikah adalah karena disebakan oleh Perang tersebut, lalu apakah hal tersebut benar? Nah untuk mengetahuinya lebih jauh maka kalian bisa simak terus Penjelasan berikut ini.

1. Sejarah dan Penyebab dari Perang Bubat

Berdasarkan artikel yang berjudul Perang Bubat dalam Literatur Majapahit volume 34, 2011: halaman 39. Peperangan ini bermula ketika Raja Hayam Wuruk berniat untuk mempersunting Putri dari Raja Sunda saat itu yaitu Dyah Pitaloka Citraresmi. Tujuan dari hayam wuruk ini adalah untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Sehingga ia pun kemudian mengirim utusannya untuk menemui Maharaja Linggabuana untuk melamar putrinya tersebut dan acara tersebut harus diadakan di wilayah Majapahit. 

Dan atas permintaan tersebut kemudian Maharaja Linggabuana menyetujui hal tersebut dan segera berangkat ke Trowulan di wilayah Mojokerto Jawa Timur untuk mengatar Dyah Pitaloka Citraresmi untuk menikah dengan Hyam Wuruk. Namun sayangnya hal tersebut justru tidak berjalan sesuai dengan keinginan mereka.

Karena pada saat itu Gajah Mada menggap hal tersebut sebagai peluang dalam melengkapi sumpah Amukti palapanya yaitu untuk menguasai seluruh wilayah di Nusantara dan berada dibawah kekuasaan dari majapahit. Sehingga ia telah menyusun rencana dan menggap kedatangan dari rombongan dari kerajaan Sunda tersebut sebagai bentuk penyerahan diri terhadap Kerajaan Majapahit tanpa sepengetahuan dari Hayam Wuruk. 

2. Lokasi Terjadinya Perang Bubat

Konflik ini dimulai ketika rombongan dari Kerajaan Sunda telah sampai di wilayah Pasanggrahan Bubat dekat wilayah Trowulan sebagai pusat dari kerajaan Majapahit. Akibatnya terjadilah perlawanan yang menyebabkan pertempuran anatar kedua belah pihak karena Kerajaan Sunda terutama maha raja Linggabuanan merasa terhina atas pernyataan dari Patih Gajah Mada tersebut. 

Dan terjadilah pertempuran yang tidak berimbang bahkan menurut ceritanya seluruh rombongan dari kerajaan sunda tewas akibat pertempuran tersebut dan hanya menyisaskan satu orang saja yaitu Dyah Pitaloka Citraresmi yang kemudian memilih untuk bunuh diri akibat tidak ingin melihat kematian dari ayah serta keluarga dan juga pasukan dari kerajaan Sunda sia-sia. 

Dyah Pitaloka pun kemudian menusuk jantungnya dengan konde sehingga ia pun akhirnya meninggal di tempat tersebut dan hal ini dikenal sebaga Belapati yaitu bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan juga rakyatnya. Akibat dari kejadian ini tentu membuat murka Hayam Wuruk, Ia menggap Gajah Mada telah lancang berani melakukan keputasan tanpa sepengetahuan dari Raja hayam wuruk. Akibatnya hubungan keduannya pun akhirnya semakin renggang. 

3. Dampak Perang Bubat dan Mitos yang berkepanjangan

Akibat dari perang Bubat dan menyebabkan tewasnya seluruh rombongan dari kerajaan Sunda kala itu. Membuat satu-satunya keluarga kerajaan yaitu Prabu Niskalawastu kencana yang pada saat itu tetap tinggal di Kawali karena masaih kecil. Kemudian setelah ia naik tahta kemudian ia melarang dan memutuskan hubungan diplomati dengan Majapahit. Dan keluarga kerajaan juga dilarangan untuk Estri luar atau beristri dari luar khusunsya dari lingkungan Majapahit. 

Hal inilah yang kemudian ditafsir lebih luas sebagai larangan bagi orang sunda untuk menikah dengan orang jawa. Hingga berbagai larangan yang menyebabkan tidak harmonisnya hubungan sunda dan juga majapahit berabad-abad setelahnya, bahkan setelah keduannya sudah tidak eksis lagi hal ini masih ditanamkan dalam diri rakyatnya. 

Nah itulah tadi sekilas mengenai perang Bubat sebagai perang yang tidak berimbang antara Majapahti Melawan Rombongan dari Kerajaan Sunda, tentu dari sejarah ini bisa diambil kesimpulan bahwa kisah sejarah ini memang tidak harus dilupakan namun tidak harus juga menjadi dendam berkepanjangan diantara kedua belah pihak yang saat ini sudah berada dalam ruang lingkup yang sama yaitu kedaulatan Indonesia. 

Semoga Informasi ini bisa bermanfaat dan jika ada saran atau pertanyaan dapak disampaikan dikolom komentar ya, dan mohon dukungannya dengan share artikel ini ya agar bermanfaat juga bagi orang lain, sampai jumpa di pembahasan selanjutnya, salam jas merah.

NOTE: BAGI YANG INI MEREPOST ARTIKEL INI MOHON SERTAKAN LINK SEBAGAI BENTUK PENGHARGAAN KEPADA AUTHOR, TERIMA KASIH




  




Post a Comment for " Sejarah Perang Bubat Penyebab, Lokasi hingga dampaknya"