Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah Pramuka di indonesia

Sejarah Pramuka di indonesia
 Ilustrasi: Sejarah Pramuka di indonesia 


Haii Historian, Siap sih yang dulu waktu sekolah sering ikut kegiatan Pramuka, wah pastinya serukan, Jika berbicara Sejarah Pramuka di Indonesia. Apa lagi ketika malam api unggun, duh pasti ngagenin sekali ya masa-masa tersebut. 

Jadi bagi yang kalian yang sedang merindukan masa-masa tersebut yuk mari kita sedikit bernostalgia, untuk mengetahui sejarah dan juga perkembangan kegiatan Pramuka ini di Indonesia.

Sudah kita ketahui bahwa Pramuka, merupakan salah satu kegiatan yang sering diadakan terutama bagi para pelajar di Seluruh indonesia, Bahkan ada kegiatan rutin yang berkaitan dengan pramuka ini dan biasanya diperingati 5 tahun sekali dengan nama Jambore Nasional atau JAMNAS dengan peserta seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. 

Bagi kalian yang belum tau apa sih makna dari kata Pramuka itu ? Jadi Kata Pramuka sendiri memiliki makna  yaitu Praja muda karana yang memiliki arti sebagai rakyat muda yang suka berkarya.

Sedangkan dalam dunia Internasionalnya Kata Pramuka ini diartikan sebagai Boy Scout atau Kepanduan. Dan Pramuka hingga saat ini sudah menjadi kegiatan yang sering diadakan di sekolah-sekolah di Indonesia hingga saat ini.

Lalu bagaimana sih sejarah dan juga asal-usul dari lahirnya kegiatan Pramuka ini hingga dapat berkembang seperti saat ini di Indonesia, yang akan kita bagai dalam 3 masa yakni: masa Kolonialisme Belanda, Jepang dan setelah Kemerdekaan Indonesia, untuk lebih jelasnya, yuk simak terus penjelasan berikut ini ya. 

1. Cikal Bakal Lahirnya Pramuka di Indonesia

Sejarah awal lahirnya kegiatan pramuka ini tentunya tidak terlepas dari gagasan Bapak Pandu dunia yaitu Robert Baden Powell. Beliau merupakan orang yang menggagas lahirnya pramuka yang kita kenal saat ini. Ide cemerlang beliau ini ia tuliskan dalam sebuah buku yang berjudul 'scouting for Boys' yang kemudian menyebar keberbagai penjuru dunia termasuk ke Indonesia.

Dan di indonesia sendiri awal mula munculnya kegiatan pramuka ini dimulai ketika orang-orang Belanda yang ada di Hindia Belanda saat ini Indonesia, mendirikan sebuah cabang organisasi yang mereka berinama sebagai 

Nederlandeshe Padvinders Organisatie atau NPO pada tahun 1912. Selang 4 tahun organisasi ini kemudian berganti nama menjadi Nederlandse Indische Padvinders Vereninging atau NIPV pada tahun 1916. 

Sedangkan organisasi Kepanduan pertama yang menggunakan bahasa Indonesia didirikan oleh Mangkunegara VII dengan nama Javansche Padvinders Organisatie atau (JPO) pada tahun 1916. Organisasi inilah yang kemudian menginspirasi lahirnya berbagai organisasi baru di Hindia belanda kala itu, 

seperti Hizbul Wahton atau HM pada tahun 1918, Jong Java Padvinderij atau JJP pada tahun 1923, kemudian ada juga Nationale Padvinders atau NP, Nationaal Indonesische Padvinderij atau NATIPIJ dan juga Pandoe Pemoeda Sumatra atau PPS dan lain-lain.

Namun karena semakin banyaknya organisasi yang muncul dan menggunakan kata Padvinders, dimana kata Padvinders ini merupakan kata yang berasal dari bahasa Belanda, sehingga akhinrya pihak Belanda pun melarang orang Indonesia 

untuk menggunakan kata Padvinders disetiap organisasi kepramukaan yang mereka buat, sehingga akhirnya K.H Agus Salim kala itu mempopulerkan Kata Pandu atau kepanduan sebagai organisasi kepramukaan di indonesia.

Hal inilah yang kemudian memunculkan sebuah organisasi baru yang bernama PAPI atau Persaudaraan Antar Pandu Indonesia pada tahun 1928, Yaang mana organsasi ini didirikan oleh berbagai organisasi yang sebelumnya telah terbentu dan bergabung menjadi satu dibawah naungan PAPI, organisasi tersebut seperti INPO, SIAP, NATIPIJ, hinga PPS.  

Seiring dengan berjalannya waktu kemudian organisasi PAPI ini berganti nama menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia atau BPPKI pada bulan April tahun 1938. Badan ini kemudian merencanakan sebuah kegiatan yang bisa diikuti oleh seluruh peserta di Indonesia

Dan kegiatan tersebut diberi nama All Indonesia Jambore, namun karena beberapa hal rencana tersebut tertunda dan kemudian kembali muncul dengan nama Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemom disingkat PERKINO yang kemudian diadakan pada 19-23 Juli tahun 1941 di Kota Yogyakarta.

2. Pada Masa Kolonial Jepang 

Tidak begitu banyak materi yang bisa dibahas ketika memasuki penjajahan jepang, hal ini Namun hal ini terlihat setelah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang, akhirnya wilayah Indonesia berhasil dikuasai oleh Jepang sehingga membuat berbagai peraturan barupun muncul salah satunya adalah larangan kegiatan gerakan kepanduan, 

namun karena berbagai hal dan kuatnya rasa persatuan membuat Jepang kemudian mengizinkan kegiatan ini dilakukan oleh rakyat Indonesia hal ini terlihat dengan adanya kegiatan PERKINO II yang tetap bisa dilakukan dan terus berkembang setelah Indonesia merdeka. 

3. Lahirnya Pramuka di Indonesia

Setelah mengalami berbagai tantang dan juga rintangan dalam perjalanan sejarahnya, organisasi kepanduan yang jumlahnya ratusan ini, kemudian dibenahi kembali pada tahun 1960an, yaitu pasca Indonesai Merdeka, Karena menyadari adanya berbagai kelemahan. 

Maka untuk mengatasi hal tersebut kemudian dibentuklah PERKINDO atau (Persatuan Kepanduan Indonesia). Namun sayangnya hal tersebut masih juga terkendala karena belum padunya kekompakan didalam organisasi baru tersebut, sehingga membuat hal ini kemudian direvisi kembali dan dilakukanlah perbaikan.

Untuk lebih jelasnya kalian bisa simak terus penjelasannya di Video ini ya. Nah itulah tadi sejarah singkat lahirnya Pramuka di Indonesia, dan jika kalian ada saran ataupun pertanyaan dapat kalian sampaikan dikolom komentar ya, jika kalian suka dengan materi ini jangan lupa untuk di share ya agar bisa bermanfaat juga bagi orang lain, sampai jumpa dipembahasan selanjutnya salam jasmerah. 


3 comments for " Sejarah Pramuka di indonesia "

  1. Replies
    1. terima kasih, semoga bermanfaat, dan mohon maaf kalau masih ada kesalahan

      Delete
  2. great article, but there are a few articles you should visit:
    jatimTIMES

    ReplyDelete