Sejarah Suku Dayak Adat Istiadat hingga kebudayaan

Sejarah Suku Dayak Adat Istiadat hingga kebudayaan

sejarah suku dayak

Indonesia tercatat memiliki sekitar 1340 suku bangsa yang tersebar ke berbagai wilayah yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah suku Dayak yang ada di pedalaman Kalimantan. 

Suku ini hidup jauh dari akses informasi dan juga globalisasi sehingga mereka sangat dekat dengan alam dalam kehidupan mereka sehari-hari. 

Sebenarnya nama daya ini bukannya sebuah nama dari suatu suku karena sebutan orang Dayak ini dalam bahasa Kalimantan diartikan sebagai orang pedalaman. 

Suku Dayak ini terbagi ke dalam 6 rumpun yaitu rumpun Klemantan atau Kalimantan, rumpun Iban, rumpun apo Kayan, rumpun murut, rumpun Danum ngaju dan juga rumpun punan.

Orang Dayak ini memiliki ciri khas dari cara mereka berpakaian, cara mereka menjalankan kehidupan, peserta upacara atau ritual yang mereka lakukan. 

Hal inilah yang membedakan suku Dayak dengan suku suku lain yang ada di Indonesia. Berikut ini adalah sejarah suku Dayak mulai dari asal usul kebudayaan dan juga adat istiadatnya. 

Sejarah dan asal-usul suku dayak

Menurut penelitian nenek moyang orang Dayak berasal dari Yunan di wilayah China saat ini. Mereka datang ke wilayah Kalimantan karena mengalami kekalahan dalam peperangan sehingga mereka berpindah-pindah hingga sampailah di kalimantan. 

Hal tersebut mereka lakukan karena na merasa takut akan peperangan terulang kembali sehingga mereka mengasingkan diri ke pedalaman yang jauh dari peradaban dan tempat tinggal. 

Baca Juga : Sejarah Pancasila dan Makna Butir" Pancasila

Namun untuk saat ini sudah ada ada beberapa orang dari suku Dayak yang mau menjalin komunikasi dengan orang luar. Meskipun tidak semua orang Dayak menerima hal tersebut dan masih tetap mempertahankan tradisi mereka di masa lalu. 

Berikut ini adalah beberapa fakta-fakta menarik seputar suku dayak yang menarik untuk kita bahas dalam pembahasan kali ini.

Kebudayaan suku Dayak 

Tentu setiap suku yang ada di Indonesia memiliki ciri khas yang membedakannya dengan suku lain, Berikut ini adalah beberapa kebudayaan dari suku Dayak. 

Pakaian adat 

Pakaian adat suku Dayak ini terdapat 2 pilihan yaitu untuk kaum laki-laki jika kaum perempuan. Untuk kaum laki-laki pakaian adatnya bernama saoei sadaq, yang memiliki ciri-ciri adanya ikat kepala yang terbuat dari pandan dan umumnya digunakan oleh kalangan orang tua. 

Kemudian untuk bagian atasnya yang digunakan yakni berupa baju rompi dan bawahannya berupa cawat atau yang disebut dengan abet kaoq serta adanya Manda yang mereka ikat pada bagian pinggang. 

Sedangkan untuk kaum wanita dinamakan Ta'a bentuk pakaian ini ini tidak jauh berbeda dengan pakaian adat yang laki-laki hanya saja atasan baju mereka disebut dengan sapei inoq an dan bawahan menggunakan rok. Dan biasanya perempuan juga menggunakan Hiasan berupa manik-manik. 

Rumah adat 

Suku Dayak ini memiliki rumah adat yang dinamakan sebagai Betang atau rumah panjang. Dan bentuknya sangat bervariasi dan dapat ditemui di berbagai macam penjuru kota Kalimantan dengan pusatnya di hulu Sungai sebagai tempa tinggal masyarakat Dayak.  

pada umumnya bentuk dari rumah Betang ini berbentuk panggung dengan ketinggian hingga mencapai 5 meter keatas. Hal ini bertujuan agar dapat menghindari banjir yang sewaktu-waktu datang. 

Tarian adat 

Suku Dayak ini memiliki 3 macam tarian adat yaitu tarian hudoq tarian elang dan juga tarian kancet papatai. Tarian ini tentu memiliki maksud tersendiri seperti tarian hudoq sebagai bentuk untuk ritual yang dilaksanakan setelah menanam padi dan biasanya dilakukan oleh suku Dayak Bahau dan juga Dayak Modang. 

Kemudian ada tarian Leleng tarian ini merupakan tarian yang menceritakan seorang gadis yang bernama Utan Along yang dikawinkan secara paksa dengan seorang pemuda yang tidak ia cintai sehingga ia pun melarikan diri ke dalam hutan. 

Tarian kancet papatai maksud dari tarian ini adalah kisah dari seorang pahlawan Dayak Kenyah yang berperang melawan musuh-musuhnya hal ini terlihat dari gerakan tari yang penuh semangat Gesit dan juga indah untuk dilihat. 

Alat Musik 

Suku Dayak memiliki alat musik khas berupa gong atau garuntung yang terbuat dari bahan-bahan dan juga gandang atau gendang yang biasanya digunakan untuk mengiringi tarian serta lagu-lagu yang dinyanyikan. Selain itu ada juga alat musik tiup yaitu kali, dan juga suling balawung. 

Upacara adat suku Dayak 

Upacara yang paling terkenal adalah upacara tiwah di mana acara ini mengantarkan tulang orang yang telah meninggal kesandung atau rumah kecil yang telah dibuat sebelumnya bagi masyarakat Dayak upacara ini merupakan upacara yang sangat sakral. 

Hal ini juga diiringi dengan tari-tarian suara Gong serta berbagai macam hiburan lainnya Namun Selain itu ada juga Upacara pembakaran mayat menyambut kelahiran anak dan juga penguburan mayat. 

Bahasa Suku Dayak 

Bahasa yang digunakan oleh suku Dayak merupakan bahasa dari Austronesia yang merupakan bagian dari sebelah utara Kalimantan yang menyebar ke berbagai wilayah hingga Kalimantan berbagai macam pulau di Sumatera dan Samudra Pasifik. 

Makanan Khas 

Suku Dayak ini memiliki makanan khas yang mereka beri nama sebagai juhu singkah yang terbuat dari rotan muda, karawang sayuran yang terbuat dari bahan dasar singkong dan juga Wadi yaitu makanan berbahan dasar ikan. Setel adanya berbagai macam makanan lain yang diberikan bumbu-bumbu dari masakan Dayak yang sederhana.

Panglima Suku Dayak 

Suku Dayak tentu identik dengan hal-hal yang sudah sangat terkenal bahkan masih banyak hal misterius yang perlu dibahas jika membahas suku yang satu ini. Berikut ini adalah 4 Panglima yang paling terkenal dari suku Dayak. 

1. Panglima api panglima apa ini biasanya hanya muncul jika terjadi perang ataupun dalam keadaan yang terdesak dan jika sampai Panglima apa ini keluar maka akan ada banyak korban yang berjatuhan. 

2. Panglima angsa sebutan lain untuk Panglima angsa adalah kilat atau Panglima Guntur orang Dayak meyakini panglima angsa ini merupakan bentuk dari seorang Pertapa yang mampu menebas lawan dengan sangat cepat bahkan secepat kilat. Dan sosok dari Panglima angsa ini sangatlah misterius karena sangat sulit untuk ditemui oleh sembarangan orang dan hanya muncul ketika terjadi peperangan besar. 

3. Panglima sumpit panglima Sumpit atau panglima burung yang identik dengan mandau dan juga sumpit. Hal inilah Mengapa dinamai sebagai panglima sumpit ia merupakan sosok yang sangat disegani oleh masyarakat Dayak.

4. Panglima naga biasanya sosok dari seorang Panglima suku Dayak sulit untuk ditemui bahkan masih misterius namun yang membedakan dari Panglima lainnya panglima naga masih bisa untuk dijumpai ada yang mengatakan ia tinggal di lereng gunung, namun iya masih sering berpindah-pindah bahkan hilang dari pandangan mata.

Nah sampai sini dulu ya penjelasan kali ini jika ada kesalahan informasi atau kalian ingin menambahkan dapat kalian sampaikan dikolom komentar ya, sampai jumpa di pembahasan selanjutnya. 


Load comments