Sejarah Nama Batavia dan Jakarta

Sejarah Nama Batavia dan Jakarta

Jakarta yang dulu bukanlah Jakarta? Karena dahulu wilayah ini memiliki berbagai nama salah satunya adalah Batavia berikut ini adalah  asal usul sejarah dari nama Batavia dan Jakarta

sejarah batavia

Hai Historian kali ini kita akan membahas nama dari ibukota indonesia yaitu Jakarta. Yang sebelumnya dikenal sebagai Jakarta ternyata nama dari wilayah ini telah mengalami beberapa kali pergantian nama. Salah satunya adalah Batavia kan yang merupakan nama paling lama digunakan yaitu sekitar 3 abad lamanya. Berikut ini penjelasan mengenai asal-usul dan juga sejarah dari nama Batavia. 

Sebelum dikenalnya nama Batavia

Sebelum dikenal dengan nama Batavia atau Jakarta saat ini ternyata wilayah ini telah beberapa kali berganti nama bahkan kota ini mendapat julukan sebagai Kota "1001 nama ". Hal ini dikarenakan wilayah ini sempat berganti nama hingga 13 kali, mulai dari Sunda Kelapa ketika dikuasai oleh kerajaan Galuh pakuan pada abad ke-12. 

Bahkan jauh sebelum itu, kota Jakarta ini diperkirakan telah eksis sejak abad ke-5 berada di bawah kekuasaan dari Kerajaan Tarumanegara. Meskipun tidak terdapat bukti prasasti yang ditemukan di kawasan Jakarta saat ini karena beberapa prasasti ditemukan di wilayah lain seperti di daerah Bogor Bekasi, dan juga Lebak Pandeglang atau Banten saat ini. 

Kemudian setelah memasuki tahun 1527 nama Sunda Kelapa berganti nama menjadi Jayakarta tepatnya pada 22 Juni tahun 1527 pergantian ini dilakukan oleh Fatahillah. Pada tanggal 22 Juni ini ini diperingati sebagai hari lahir dari kota Jakarta. Nama Jayakarta ini memiliki arti sebagai kota kemenangan hal ini ini dikarenakan saat itu mampu mengusir bangsa Portugis yang tengah menguasai wilayah Pajajaran. 

Hal ini terus bertahan sebelum akhirnya jan pieterszoon Coen datang pada 4 Maret 1621 yang membawa sekitar 1000 armada tempur nya dan menyerang kerajaan Banten sehingga menghancurkan wilayah Jayakarta ini. Dari sinilah kekuasaan kemudian berpindah ke tangan Belanda melalui kesepakatan dan herent Seventeen atau dewan 17 oleh VOC atau Vereenigde oost Indische Compagnie disepakatilah pada tanggal 4 Maret tahun 1621 yang bertahan hingga berabad-abad. 

Sejarah Perkembangan Batavia 

Nama Batavia ini ternyata telah dipercaya merupakan nama yang berasal dari etnis jermanik yang pernah bermukim di tepian sungai rhein. Hal ini dilakukan demi menghormati suku tersebut yang dipercaya merupakan nenek moyang dari bangsa Belanda dan juga Jerman "bataf". Sehingga nama tersebut dianggap paling cocok untuk diabadikan sebagai nama negeri jajahannya. Selain itu nama Batavia juga ini juga ternyata pernah digunakan sebagai nama kapal layar yang besar yang dibuat oleh Belanda atau VOC pada 29 Oktober tahun 1628. 

Dan nama Batavia ini terus bertahan hingga 3 abad lebih yaitu dimulai sejak tahun 1621 hingga tahun 1942. Namun pada masa tersebut terdapat beberapa perubahan kecil dari nama Batavia ini meskipun selalu diikuti dengan nama Batavia di ujungnya seperti contohnya ada ada Stad Batavia pada 4 Maret tahun 1621, Gemeente batavia pada 1 April 1905, Stad gemeente Batavia pada 8 Januari 1935. Sebelum akhirnya diganti menjadi Jakarta Toku Betsu Shi oleh bangsa Jepang pada tanggal 8 DFesember tahun 1942. 

Berganti nama menjadi Jakarta 

Setelah beberapa waktu Jepang menguasai wilayah Indonesia dan mereka mengalami kekalahan dalam perang dunia ke-2 membuat Indonesia berhasil merdeka pada 17 Agustus tahun 1945. Dan nama Jakarta masih tetap lazim digunakan dengan membuang nama Jepangnya saja yaitu hanya Jakarta. Meskipun sempat ditambahkan embel-embel pada nama Jakarta ini seperti kotapraja Jakarta Raya, pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya, jakarta dan pemerintah Provinsi DKI Jakarta namun nama Jakarta ini terus tetap dipertahankan hingga saat ini. 

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai asal usul sejarah dari nama Batavia hingga berubah menjadi Jakarta, semoga informasi ini bisa menambah wawasan jika ada saran ataupun pertanyaan dapat kita sampaikan di kolom komentar ya, sampai jumpa di pembahasan selanjutnya:-)

Load comments