Sejarah Perkembangan Pesantren di Indonesia

Sejarah Perkembangan Pesantren di Indonesia

Sejarah Perkembangan Pesantren di Indonesia

Bagaimana perkembangan pesantren di Indonesia? Berikut ini adalah penjelasannya

Tentunya kalian sudah tidak asing lagi kan dengan pesantren, sebagai salah satu pendidikan tradisional Islam pesantren memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya yang beragama Islam.

Pesantren ini memiliki peranan penting bagi Bangsa Indonesia karena melalui pendidikan dapat dijadikan sebagai suatu landasan bagi suatu bangsa. Pesantren di Indonesia ini terus mengalami perkembangan hingga menyebar ke berbagai wilayah yang ada di Indonesia berikut ini adalah sejarah perkembangan pesantren yang ada di Indonesia.

Sejarah awal pesantren

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang bersifat tradisional. Pesantren ini terdapat dua versi yang mengatakan bahwa pesantren ini memang telah ada sejak zaman nabi masih hidup, bahkan sejak awal nabi telah melakukan dakwah secara sembunyi dengan sekelompok orang di rumah-rumah. Sedangkan versi kedua pesantren memiliki hubungan yang erat sebagai bentuk pendidikan kaum Sufi.

Perkembangan pesantren di Indonesia tercatat ketika memasuki abad ke-16 M. Meskipun agama Islam telah ada sejak abad ke-7 berdasarkan bukti-bukti ditemukan. Hal ini disampaikan oleh catatan ke mas Budi dalam Seminar kedatangan Islam di nusantara pada tahun 1675 M.

Catatan tersebut berisi perintah dari raja Arab agar berkunjung ke Kerajaan Kalingga. Bahkan para saudagar atau pedagang telah berada di pantai Timur Sumatera pada tahun 1648 M.

Hingga banyak teori-teori yang mengemukakan bahwa Islam yang sudah ada sejak lama di Indonesia berdasarkan bukti-bukti yang telah diketemukan hal inilah yang menjadi landasan bahwa penyebaran Islam di Indonesia telah ada sejak lama. Bahkan para Wali Songo telah menyebarkan agama Islam khususnya di pulau Jawa telah ada sejak abad ke-14 M.

Meskipun pada saat itu kondisi masyarakat masih mempercayai agama Hindu dan juga buddha namun seiring dengan berjalannya waktu agama Islam bisa masuk dan menyebar luas melalui kebudayaan setempat.

Salah satunya seperti Sunan Kalijaga yang menyebarkan agama Islam menggunakan kesenian daerah seperti wayang kulit sebagai salah satu media dakwahnya. Dan Pada masa ini juga pesantren telah ada di Indonesia.

Hal ini semakin dikenal ketika Sunan Ampel yang berada di Surabaya membuat pusat pendidikan di Jawa bahkan tak hanya di situ saja di wilayah Gowa dan juga Tallo Sulawesi padepokan Ampel ini telah berdiri dan menjadi cikal bakal dari pesantren-pesantren yang ada di Indonesia saat ini. (Mahdi, 10 - 11).

Definisi dan juga asal-usul dari pesantren

Pesantren berasal dari istilah santri yang mendapatkan imbuhan awalan pe dan juga diakhiri dengan an. Makna dari pesantren ini sebagai tempat untuk belajar dan juga tinggal para santri yang ingin belajar terutama beragama Islam sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pesantren berarti seseorang yang mendalami agama Islam. Dan menurut ahli yaitu soegarda poerbakawatja menyatakan pesantren ini merupakan sebagai sosok seorang santri yang ingin belajar Islam.

Namun berdasarkan terminologis istilah Pesantren ini jika dilihat dari bentuk sistem diperkirakan berasal dari India. Hal ini dikarenakan sebelum berkembangnya Islam di Indonesia cara atau sistem yang digunakan di bidang pendidikan tersebut umumnya sudah digunakan oleh para pengajar yang beragama Hindu di Pulau Jawa. Asumsi ini dikarenakan adanya persamaan sistem pendidikan pesantren dan kemudian Dianggap sebagai asal usul dari terbentuknya pesantren.

Meskipun hal tersebut tidak bisa dianggap benar dan menerima begitu saja hal ini dikarenakan pesantren memang dari dulu berasal dari pendidikan tradisional khususnya agama Islam itu sendiri yaitu tradisi yang bernama tarekat. Sedangkan bagi kaum Sufi pesantren ini memiliki hubungan sebagai pendidikan yang unik dan juga khas.

Hal ini dibuktikan dengan adanya kelompok organisasi yang dikenal sebagai tarekat dan mengharuskan bagi santrinya untuk melakukan Suluk atau tinggal bersama dalam sebuah masjid yang kemudian melaksanakan pendidikan yang di ajar oleh Kyai selama beberapa bulan. Para santri ini kemudian dibimbing oleh Kyai untuk mempelajari kitab agama Islam dari berbagai cabang ilmu Islam. Salah satu kegiatannya seperti pengajian.

Meskipun para ahli belum bisa membuktikan secara pasti dan menyeluruh mengenai lahirnya Pesantren ini di Indonesia hal ini dikarenakan pesantren memang sudah ada sejak lama dan membutuhkan bukti-bukti yang konkrit.

Perkembangan pesantren di Indonesia

Pesantren merupakan salah satu tu lembaga pendidikan islam yang paling tua di Indonesia. Meskipun para sejarawan sempat berselisih mengenai asal usul dari reni karena mereka mengidentifikasikan bahwa pesantren di Indonesia ini ada yang berpendapat bahwa Syekh Maulana Malik Ibrahim bahwa Indialah sebagai tempat awal berdirinya pesantren.

Namun ada juga yang berpendapat bawa Sunan Ampel atau au au Raden Rahmat sebagai pendiri Pesantren pertama di Indonesia. Namun ada juga yang berpendapat bahwa Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah sebagai pendiri Pesantren pertama di Indonesia.

Namun yang jelas pesantren ini semakin dikenal berkembang di Nusantara nggak diterima oleh masyarakat luas dan menjadi salah satu kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Kemudian memasuki zaman kolonialisme Belanda usaha untuk menekan pertumbuhan pesantren di Indonesia dan menghalangi masyarakat Indonesia saat itu untuk belajar agama Islam sehingga pada kolonialisme Belanda perkembangan Pesantren sangat dibatasi.

Memasuki kolonialisme Jepang di Indonesia pesantren juga menjadi menentang bagi imperialisme Jepang hal ini dilakukan oleh Kyai Hasyim Ashari dan kemudian diikuti oleh kyai-kyai lainnya untuk menentang tindakan seikire. Sedangkan memasuki zaman kemerdekaan pesantren memiliki nuansa baru hingga berhasil berkembang lebih luas lagi.

Selain itu Pesantren juga lebih terbuka dan bersifat demokratis terhadap kemerdekaan dan menjadi momen penting bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. Dan perkembangan Pesantren ini semakin menjadi lebih baik setelah memasuki tahun 1970 an.
Pesantren Sebelum kemerdekaan

Pada masa ini pesantren sangat dibatasi oleh pemerintah kolonial belanda yang ada di Indonesia hal ini dikarenakan pemerintah kolonial Belanda khawatir dengan perkembangan pesantren sebagai satu-satunya media pendidikan Islam.

Meskipun demikian pesantren masih bisa berjalan meskipun dengan lambat hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia tidak sedikitpun mengurangi niatnya untuk belajar di pesantren.

Pesantren pada masa setelah Kemerdekaan

Ketika memasuki awal-awal pemeran terdapat perbedaan pada sistem pendidikan hal ini dikarenakan pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua yang ada di Indonesia namun masih saja ada hambatan. Hingga kemudian muncullah suatu peraturan atau kebijakan pada 22 Desember tahun 1945 oleh badan Komite Nasional Indonesia atau bpknip yang menyatakan bahwa pesantren memiliki fungsi sebagai bentuk pengajaran dan memajukan pendidikan dan diusahakan sekurang-kurangnya di langgar atau Surau dan juga masjid dan juga madrasah dan terus ditingkatkan.

Pada masa ini juga pesantren ikut membantu dalam mengisi kemerdekaan di Indonesia terutama dalam bidang pendidikan serta meningkatkan sumber daya manusia agar menghasilkan manusia yang berkualitas.

Hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara yang menyatakan bahwa pondok pesantren adalah suatu dasar dari pendidikan nasional karena memiliki kesamaan dan juga tujuan dengan jiwa dan juga kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri.

Perkembangan Pesantren Modern

Pada era saat ini pondok pesantren lebih memprioritaskan dalam sistem klasifikasi nya ke dalam pondok. Serta melakukan pengujian pada kitab-kitab yang masih ada ada. Seperti Pondok Pesantren Modern Gontor atau Pondok Pesantren Modern seperti Jombang dan yang lain-lain hal ini dilakukan sebagai bentuk pendidikan pembaruan agar lebih modern dengan cara memperbaiki sistem sehingga tetap relevan pada masa saat ini.

Ada beberapa hal yang dapat menjelaskan bahwa pembaruan Pesantren ini yaitu sebagai berikut:

  • Membuat perubahan pada kurikulum yang mengarah sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia
  • Kyai atau pemilik Pesantren harus lebih terbuka pada usaha perbaikan yang positif
  • Pembaruan juga dilakukan secara bertahap dan terstruktur
  • Meningkatkan guru atau pendidik serta sarana dan prasarana di pondok pesantren

Tujuan dilakukannya pembaruan pada pondok pesantren adalah untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman sehingga Pesantren ini tidak ditinggalkan oleh masyarakat namun tetap tidak meninggalkan nilai-nilai luhur dari pesantren.

Sehingga pesantren ini tetap terjaga. Hal ini dikarenakan telah banyaknya media pendidikan di Indonesia membuat Pesantren tidak lagi menjadi tujuan utama bagi para pelajar dalam menimba ilmu.

Berikut ini adalah beberapa pesantren terbaik di Indonesia:
  1. Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan
  2. pondok Pesantren Langitan Tuban
  3. Pondok pesantren Modern Gontor
  4. Pondok Pesantren Tebuireng Jombang
  5. Pondok Pesantren Al Khairat Palu
  6. pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Madura
  7. pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo
  8. pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Sumut
  9. pondok Pesantren Buntet Cirebon
  10. Pondok Pesantren Al Khoirot malang
Demikianlah informasi mengenai sejarah perkembangan pesantren di Indonesia, semoga informasi ini bisa menambah wawasan serta kecintaan kita kepada kebudayaan-kebudayaan luhur yang ada di Indonesia. Share artikel ini agar bermanfaat juga bagi orang banyak sampai jumpa di pembahasan selanjutnya nya.

Sumber referensi: Perkembangan Pesantren di Indonesia, Januari hingga Juni 2021 boleh aulia Novemy Dhita, Yunani Hassan, Bella Almira).
Load comments